Tag Archive: leeteuk


Current Time
10.56PM

Current Date
December 4th, 2011

Whassap?!
When I’m going to sleep, I read some recent updates on my bbm. And suddenly I feel hurt.
The Last Sukira with DJ EunTeuk
My tears just fall like that. Seeing the picture which Sukira’s seat empty, without EunTeuk anymore. Remembering all the memories with DJ EunTeuk. Thanks for this 5 years, 3 months, 1932 days, from 10-12PM KST, you always there. We’ll miss you for sure. Please comeback sometimes :”)
I just cry silently here. If my mom hear me, she will ask me what happen.
And this night, I realized something….
I can’t not LOVE them
They are… Super Junior..
Maybe I’m stop become an ELF lately. But I want you to remember that I stop it not because I hate Super Junior, but I hate those immature-ELFs. Eventhough I’m not an ELF, my heart will always with them.
But I think, I can’t stop become an ELF. The BlueSapphire-blood was already filling me :’) And it can’t stop like this!
I love you, Super Junior. Sorry for everything.. We’ll wait for you.

PS: Happy birthday Kwon Yuri! xDD I wish I can have body like yours lol :p

Advertisements

Runaway – Part 1

Darah mengalir dari dada seorang namja. Seorang yeoja menatap namja itu dengan mata membulat. Di tangannya terdapat sebuah pisau berlumuran darah. Ia terduduk di lantai, air mata mengalir dari matanya yang menatap kosong namja di depannya. Namja itu berusaha bangun dan menghampiri yeoja itu.

“Mi….an..hae….. Saranghae….”

**

Runaway?

Mokpo, Autumn 2010

Sekumpulan siswa sedang asik bermain bola. Beberapa siswi menonton siswa-siswa itu sambil sesekali bersorak.

“Goooooooollllll ~!!!!” Teriak siswa yang berhasil memasukan bola ke gawang itu sambil berlari menghampiri teman-temannya.

“Lee Donghae! Good job!” Sorak teman-teman yang lainnya. Siswa bernama Lee Donghae itu tersenyum lebar.

“Eh eh, kajja! Itu ada Shindong seosangnim!” Ajak Junsu sambil menunjuk seorang guru bertubuh gemuk dengan tongkat kayu di tangannya. Siswa siswi itu segera bubar dan masuk ke kelasnya masing-masing.

Kelas 12 – 3

“Semuanya, hari ini kita kedatangan murid baru.” Ucap Wooyoung seosangnim, “silahkan masuk.”

Masuklah dua orang, satu namja, satu yeoja. “Annyeonghaseyo, Dennis Park-imnida. Mannasseo bangapseumnida.” Sapa sang namja sambil tersenyum memperlihatkan lesungan pipitnya.

“Mia Park-imnida.” Sapa yang yeoja tanpa tersenyum sedikit pun. Anak-anak kelas itu langsung ribut membicarakan kedua murid baru tersebut.

“Sudah, sudah! Nah, kalian bisa duduk di sebelah sana.” Wooyoung seosangnim menunjuk bangku kosong. Dennis mengangguk, dan mendorong Mia untuk jalan ke bangku kosong itu. Anak-anak kelas itu memandang kedua murid baru itu dengan bertanya-tanya.

“Baiklah, kita mulai pelajaran hari ini. Buka buku sejarah kalian halaman 49.”

Break Time

“Annyeong, Dennis-ssi, Mia-ssi..” Sapa beberapa siswa di kelas mereka. Dennis tersenyum ramah, sedangkan Mia hanya melirik mereka sesaat dan mengalihkan pandangannya.

“Annyeong, panggil aku Leeteuk saja. Mia sedang bad mood hari ini, maafkan dia.” Ucap Leeteuk, “siapa nama kalian?”

“Aah, arasseo. Nan Kim Junsu-imnida, ini temanku Lee Hyukjae atau biasa di panggil Eunhyuk, sebelahnya Lee Donghae.” Junsu menunjuk dua namja yang sedang menghapus papan tulis, “itu Seungri dan Hongki.” Leeteuk mengangguk dan tersenyum.

“Ngomong-ngomong, kau mau ikutan club apa?” Tanya Eunhyuk, “dance, sepak bola, menyanyi, atau apa?”

“Errr. Kalian anak club apa?” Leeteuk bingung menentukan pilihan.

Donghae tersenyum lebar, “semuanya.” Leeteuk terkejut dan tertawa.

“Aah, kalau begitu aku juga akan ikut semuanya. Aku mohon bantuannya..”

“Ne, tentu saja. Kita kan teman..” Ucap Seungri dan Hongki bersamaan, mereka ikut bergabung dengan kumpulan ini.

Mia memasang headphonenya yang tersambung dengan iPodnya. Ia merasa anak-anak ini terlalu berisik. Anak-anak itu melirik Mia dengan pandangan heran, tapi Leeteuk cepat-cepat merubah suasana.

“Kajja, aku mau tahu tempat latihannya. Kalian mau mengantarku?”

“Tentu saja! Kajja..” Seungri dan Hongki menarik tangan Leeteuk, Eunhyuk, Donghae, dan Junsu mengikuti dari belakang. Sebelum meninggalkan kelas, Donghae melirik Mia yang sedang asik dengan iPodnya.

**

“Pulaaang!” Seru Leeteuk ketika sampai di rumah, Mia langsung masuk ke kamarnya. Leeteuk melempar tubuhnya dengan kasar ke sofa ruang tengah. Ia memejamkan matanya.

Mia masuk ke kamarnya. Ia menutup gordain kamarnya yang bewarna hitam. Kamarnya di dominasi warna hitam. Mulai dari meja belajar, ranjang, lemari, sampai laptop dan handphonenya bewarna hitam. Hanya temboknya yang bewarna putih, karena ayahnya tidak mengijinkannya untuk mengecatnya dengan hitam.

Mia mengganti pakaiannya. Ia menggunakan celana pendek santai bewarna biru dongker dan tank top bewarna putih. Ia duduk di meja belajarnya dan mengeluarkan sebuah buku dari lacinya. Diary bewarna sapphire blue dengan sebuah foto di covernya.

Ia membuka halaman pertama, terdapat beberapa coretan. Ia membaca coretan itu dengan tatapan kosong. Tidak terpancar apa-apa dari sorot matanya.

“Miaaaa ~ oppa sudah masak. Ayo kita makan dulu.” Teriak Leeteuk dari luar. Mia menutup diary itu dan menyimpannya kembali. Ia keluar dari kamarnya dan langsung menghampiri Leeteuk.

Momo Park, same day, 6.48 PM

“Eh, apa pendapat kalian tentang anak baru itu?” Junsu memulai obrolan dengan teman-temannya, mereka baru pulang dari sekolah karena tadi mereka keasikan bermain bola tadi.

“Leeteuk sih biasa saja, tapi siapa itu namanya? Mia? Dia itu aneh sekali.” Tanggap Eunhyuk, yang lain mengangguk setuju.

“Geurae, dia sombong ato apa sih? Cih ~ mentang-mentang cakep.” Tambah Hongki sambil memakan cemilan di tangan Junsu.

“Ani, kurasa dia punya suatu alasan.” Ucap Donghae tiba-tiba, yang lain menatap Donghae dengan bingung. Donghae langsung gelagapan, “eh? Semuanya pasti punya alasan kan?”

Yang lain mengangguk lagi. “Iyaa! Alasannya karena ia sombong!” Hongki kekeuh dengan pendapatnya.

“Yaa bukan urusan kita deh. Yuk, pulang. Annyeong ~!” Junsu menarik Eunhyuk, sedangkan Seungri menarik Hongki, “annyeong Junsu-ah Eunhyuk-ah Donghae-ah!”

Tinggal Donghae sendirian di taman ini. Jalan pulang Donghae memang beda sendiri. Ia mulai berjalan pulang ke rumahnya.

“Omma, aku pulang.” Serunya ketika ia masuk ke rumahnya. Ia berjalan ke kamarnya.

“Donghae-ah, cepat mandi. Nanti kita makan.” Ucap omma-nya dari dapur, Donghae mengangguk dan segera mandi.

10 minutes later ~

“Donghwa hyung mana?” Tanya Donghae ketika ia sudah duduk di meja makan.

Omma-nya ikut duduk di meja makan, “Donghwa ada urusan ke Seoul..” Jelas omma-nya sambil menyiukan nasi untuk Donghae. Donghae hanya mengangguk.

“Ah, kau tahu? Kita punya tetangga baru.” Omma-nya membuka pembicaraan.

“Jinjja? Aku juga mempunyai dua teman baru dikelas, anak pindahan.’’ Donghae menyantap dagingnya, “memang dimana rumahnya?”

“Itu, rumah yang sudah kosong selama dua tahun itu. Di ujung sana. Kan kemarin di renovasi, terus udah diisi deh. Mereka itu adik kakak. Mereka memang bersekolah di sekolahmu.”

Donghae terkejut mendengar penjelasan omma-nya, “adik kakak? Maksud omma yang bemarga Park itu?”

“Iya, Dennis Park dan Mia Park. Ku dengar adiknya itu mengikuti kelas aksel, jadi ia sudah setingkat denganmu. Sebenarnya ia lebih muda darimu. Kalau kakaknya memang seumur denganmu.”

“jinjjayo? pantas saja marga mereka sama.” Donghae kembali memakan dagingnya, “tapi ada yang aneh dengan adiknya.”

Omma-nya menatap Donghae, “omma dengar, mereka pindah ke sini karena suatu kasus. Sebelumnya mereka tinggal di Seoul.” Ucap omma-nya dengan nada misterius. Donghae tertarik. “Apa itu?”

Omma-nya menggeleng, “molla, soalnya tadi obrolan omma dengan Nyonya Kim terputus.” Jelasnya sambil nyengir, Donghae memasang tampang kecewa. “Yaah, omma.”

“Sudahlah, jangan urusin orang. Tuh urusin makanan kamu.”

**

Mia sedang berjalan-jalan di taman kecil milik perumahannya. Biasanya taman ini ramai, tapi berhubung ini sudah hampir tengah malam, taman ini menjadi sunyi senyap. Hanya ada bunyi angin dan jangkrik.

Mia merapatkan jaketnya, angin musim gugur memang menusuk. Ia duduk di salah satu ayunan sambil menggoyangnya perlahan.

“Oppa, apa kau senang bersamaku?” Tanya Mia sambil menatap lekat namja yang duduk di ayunan sebelahnya.
“Geureom, aku sangat senang.” Jawab namja itu sambil tersenyum lebar, menunjukan sederetan giginya yang putih bersih. “Cho Kyuhyun tidak akan bahagia jika tidak ada Mia Park.”
Wajah Mia memerah mendengar ucapan Kyuhyun. Ia menundukan kepalanya sambil tersenyum senang. Tiba-tiba Kyuhyun berdiri dan berlutut di hadapan Mia. “Saranghaeyo..” Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Mia. Mereka pun berciuman.

“Apa yang kau lakukan tengah malam begini?”

Mia yang sedang melamun tiba-tiba terkejut dengan suara itu dan terjatuh dari ayunan, “aaaaaaa…” Ringisnya.

“Aigooo ~ mianhaeyo, aku tidak bermaksud membuatmu jatuh. Uljima..” Ucap orang itu sambil menghampiri Mia, ia baru menyadari kalau dirinya menangis karena flashback tadi.

“Tidak perlu.” Tolak Mia ketika orang itu hendak membantunya berdiri. “Aku bisa sendiri.”

Mia berdiri dan langsung berjalan meninggalkan orang itu. Orang itu hanya memandang punggung Mia yang semakin menjauh.

**

“Leeteuk-ah, kenapa kau pindah ke kota kecil seperti Mokpo ini? Bukankah Seoul lebih asik?” Tanya Donghae tiba-tiba, Leeteuk yang sedang memakan makanannya pun tersedak.

“Uhuk…. Uhuk ~!”

Donghae panik dan mengambil botol minumnya, “aigooo ~ Leeteuk-ah, makanya hati-hati..” Leeteuk mengambil botol minum yang disodorkan Donghae.

“Ahahaha, mianhae. Aku memang sering tersedak.” Terang Leeteuk sambil tertawa, muka Leeteuk memerah akibat tersedak tadi. Donghae mengangguk pelan.

“Jadi apa yang membuatmu pindah ke Mokpo?” Tanyanya lagi. Donghae sangat penasaran dengan itu semua. Ia ingin mengetahui itu semua dengan detail.

Leeteuk menghentikan makannya dan memandang sekeliling, “baiklah, aku akan menceritakannya padamu. Ingat, hanya padamu..” Bisiknya. Donghae mengangguk sambil membentuk huruf V dengan jari telunjuk dan jari tengahnya, “janji..”

Leeteuk memandang sekeliling lagi. Keadaan kantin memang sepi. Karena sedang ada bazaar di lapangan basket. Tapi mereka lebih memilih makan di kantin. “Jadi begini.” Leeteuk menghela nafas, “dulu ada suatu kejadian, Mia pernah dituduh membunuh seseorang. Pacarnya sendiri tepatnya. Ia stress dan keluarga pacarnya tidak bisa menerima itu semua. Jadi aku membawanya pindah ke sini.” Jelasnya. “Ah, aku sangat merindukan Mia yang dulu. Ia dulu adalah seorang yang ceria, bersemangat. Bahkan ia pintar sehingga ia mengikuti kelas Aksel. Tapi semenjak kejadian itu, aku kehilangan Mia yang dulu.” Raut wajah Leeteuk berubah sedih.

Donghae menganga mendengar cerita Leeteuk. Ia tidak pernah menyangka ceritanya akan seperti itu. Sungguh. Donghae akhirnya mencerna perkataan Leeteuk dan menanggapinya, “aaah, begitu ya. Mianhae, Leeteuk-ah. Bukan maksudku…..”

“Gwaenchana.. Aku hanya berharap ia bisa kembali menjadi Mia yang dulu.” Ucap Leeteuk sambil menepuk bahu Donghae perlahan. Donghae masih memasang tampang bersalah. “Kajja, kita ke lapangan.”

After School ~

Donghae sedang berjalan santai ke rumahnya. Ia tidak ikut club apapun karena ibunya menyuruhnya pulang cepat. Donghae hanya menuruti perintah ibunya.

Di perjalanan, ia melihat seorang yeoja berambut panjang lurus bewarna kecoklatan sedang berjalan beberapa langkah di depannya. Ia memakai sebuah bando hitam dan menggendong tas bewarna hitam juga. Warna kulitnya putih pucat. “Mia……”

Donghae yang awalnya hanya menjaga jarak dengan Mia, akhirnya memberanikan menyusulnya — dan tentu saja menyapanya. Ia dapat merasakan jantungnya berdegup lebih kencang.

“Annyeong, Mia-ssi. Sedang jalan pulang?” Tanya Donghae ramah, Mia menoleh ke arah Donghae dan menatapnya dengan tatapan… Hey! Tidak ada ekspresi apa-apa dimatanya. Kosong.

Sesaat mereka bertatapan. Donghae merasa ia sedang bertatapan dengan sebuah boneka. Setelah beberapa saat, Mia mengalihkan tatapannya dan kembali berjalan meninggalkan Donghae.

“Mia-ssi..” Panggil Donghae lagi, tapi Mia bersikap seakan ia tidak mendengar apapun. Sekilas ia teringat obrolannya dengan Leeteuk tadi siang.

“Gwaenchana.. Aku hanya berharap ia bisa kembali menjadi Mia yang dulu.”

Sebuah dorongan timbul di diri Donghae. Ia harus mengembalikan Mia menjadi Mia yang dulu. Yang seperti Leeteuk katakan. Itu pun demi kebaikan semuanya.

Tapi darimana Donghae harus memulainya jika ia hanya di hadapkan dengan sebongkah batu es yang besar?

TBC

notes: halo, saya berubah haluan (?)

maksudnya ini ff pertama saya yang ber-genre gini

tolong yah komen, saran dan kritik.

gomawo ^^

by: admin donghae aka melia lasmana

Angel: HeeMin Couple Part 1

“Yoboseo?”

“……………….”

“Ye? Jinjjayo?”

“………………”

“Algeseumnida. Ne. Gamsahamnida..”

Heera menutup telfonnya sambil menghembuskan nafas.

“Angel!! Keluar! Siap-siap! Kita ke MBC!” Perintah Heera sambil berjalan ke kamarnya.

“Ngapain onn?” Tanya Rigi yang sedang asik dengan PSP-nya, tapi karena Heera tidak menjawab, jadi Rigi hanya menurutinya.

Setelah Angel bersiap-siap, mereka langsung menuju basement tempat van mereka parkir. Mereka menjemput Ririn dan Yeoreum dulu sebelum ke studio MBC.

 

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

ANGEL: WE GOT MARRIED?! HeeMin Couple Part 1

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

 
Sepanjang perjalanan….

“Onn, kita mau ngapain? Kok mendadak?” Tanya Songhee sambil merapihkan rambutnya.

“Ngapain hayooo? Kira-kira MBC ada apaan?”

“Nah, kita kan ga tau. Kasih tau donkkkk…..” Rengek Rigi.

“Ga mungkin Music Core kan? Kan bukan hari ini jadwalnya?” Tanya Songhee.

“Bentar, tungguin Yeoreum sama Ririn dulu. Cape ah ntar harus jelasin lagi..” Jawab Heera.

Yang lain hanya manggut-manggut.

“Onnie~! Annyeong.. Mendadak banget?” Tanya Ririn yang sudah di van mereka. Mobil sudah melaju menuju studio MBC.

“Iyah onn. Padahal tadi aku lagi asik main sama Taemin oppa lho..” Tambah Yeoreum.

“Maen? Kamu bukannya belajar yah disekolah?” Tanya Rigi heran, Yeoreum cuma senyum-senyum.

“Ntar Donghae cemburu lho..” Tambah Songhee.

“Ssssst, dengerin! Jadi gini….” Heera membuka pembicaraan, “Tadi manager telpon, kita disuruh ke MBC soalnya…..”

“Apaa onn?” Tanya Songhee tidak sabar.

“………” Heera diam.

“Ihhh onn apaan??” Rigi tidak sabar.

“Kita mau di wawancara..”

“Oooh, wawancara aja? Kirain apaan..” Ucap Ririn sambil bernafas lega.

“Bukan wawancara biasa, tapi wawancara buat We Got Married!” Jelas Heera.

“MWO?!” Teriak yang lain tidak percaya.

“Nah, pasti pada kaget kan. Aku juga..”

“Tapi ga bakalan semua ini kan yang dapet? Cuma satu. Susah lho katanya..” Ucap Songhee.

“Iya, aku denger juga gitu. Aku sih pasti ga dapet..” Yeoreum pesimis.

“Yeee, mentang-mentang udah pacaran sama Donghae yah!” Ejek Rigi.

“Yeee! Umma sendiri lagi deket sama Kyu oppa! Gimana sih?” Balas Yeoreum, Rigi hanya tersenyum salting.

“Ya! Malahan ribut! Yuk, kita udah sampe..” Heera membuka pintu dan keluar dari van, di ikuti oleh member Angel lainnya.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“Haaaah? We Got Married?!” Tanya member Super Junior bersamaan.

“Ne, dua jam lagi kita ke MBC untuk wawancara. Soalnya sekarang Angel yang lagi di wawancara..” Jelas manager, lalu pergi meninggalkan dorm Super Junior.

“Angel?” Tanya Donghae, yang lain langsung meliriknya.

“Ah, harusnya kamu sama Yeoreum aja, Hae..” Ucap Leeteuk.

“Ih hyung, Yeoreum kan masi terlalu muda. Kayanya ga bakalan kepilih deh..” Jelas Donghae.

“Emang umur Yeoreum berapa sih?” Tanya Heechul.

“16 kalo umur int’l, kalo umur korea jadi 17.”

“Umurmu berapa Hae?” Tanya Eunhyuk. Donghae langsung menjitaknya.

“Babo! Kita kan seumur. Ya berarti 25 tahun lah kalo itungan korea!”

“Wah, bener kata artikel koran itu, bedanya 8 tahun Hae. Hhahahaha..” Ejek Shindong. Donghae memajukan bibirnya.

“Kok Kyuhyun ga di ejekin sih sama Rigi? Mereka kan lagi deket.” Donghae berniat balas dendam.

“Ah, dia ga pernah ngaruh sih. Ga asik. Asikan kamu Hae..” Tanggap Heechul. Donghae speechless.

“Eh, ada apaan nih?” Tanya Kangin yang baru balik ke dorm.

“Itu hyung, kita bakalan wawancara We Got Married!” Jelas Ryeowook.

“WGM lagi? Haha pasti bukan aku lagi deh.” Ucap Kangin sambil duduk di sebelah Leeteuk.

“Hmmm. Siapa yah yang kira-kira dapet?” Leeteuk melirik anak-anaknya.

“Heechul? Ga mungkin. Hangeng? Kalo kepilih kasian sama pasangannya. Shindong? Ntar Nari ngamuk lho. Eunhyuk? Wah bisa married beneran. Donghae? Mungkin, kan dia bilang mau menikah muda. Sungmin? Mungkin banget. Ryeowook? Ga deh. Siwon? Mungkin juga. Kibum? Kemungkinan juga tuh. Kyuhyun? Mungkin juga. Aissh! Banyak kemungkinan! Susah buat di prediksi!” Leeteuk ngomong sendiri. Yang lain hanya menatap Leeteuk sambil menggeleng.

“Hyung, kan kita tuh di wawancara dulu. Jadi ga bisa di prediksi..” Ucap Sungmin, yang lain ngangguk-ngangguk.

“Yaudah! Bubar bubar! Kalo yang mau tidur, tidur dulu. Yang mau main, main dulu! Nanti jangan ada yang telat!” Perintah Leeteuk, Super Junior langsung bubar dan melakukan kegiatannya masing-masing.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

A week later

Hari ini MBC akan mengumumkan pasangan yang terpilih! Personel Angel dan Super Junior menunggu dengan tidak sabar. Kebetulan mereka akan perform di Music Core sehingga pihak MBC akan mengumumkannya langsung.

Waiting Room Angel

“Hari ini pengumumannya ya?” Tanya Rigi.

“Geurae. Siapa yaaaaa?” Tanggap Yeoreum sambil melirik member Angel lainnya.

“Onnie~! Gimana? Udah ada kabar?” Tanya Heera kepada manager-nya.

“Belum, bentaran lagi kok..”

Cklek~!

“Lee Heera?” Panggil seseorang yang membuka pintu tadi.

“Ye, choyo..” Heera berdiri.

“Ikut dengan saya..” Ucap orang itu.

“Ah, ye..” Heera mengikuti orang itu. Orang itu membawa Heera ke kantor MBC.

“Eeh? Sungmin oppa?” Kaget Heera ketika ia melihat Sungmin berada di ruangan itu juga.

“Kalian…..” Ucap direktur MBC itu. Heera dan Sungmin penasaran.

“Kalian menjadi pasangan baru di We Got Married. Minggu depan akan mulai syuting..” Lanjutnya.

“YE??”

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Sungmin sudah menunggu Heera di Cassie Cafe. Tidak lama kemudian Heera datang sambil berlari kecil.

“Oppa, mianhae aku telat. Tadi ada jadwal dulu.” Heera membungkukan badannya.

“Gwaenchana. Duduklah..” Sungmin berdiri dan mempersilahkan Heera duduk.

“Gomawo oppa..”

Hening……..

“Nggg. Apa kau sudah membaca petunjuk yang diberikan?” Tanya Sungmin memecahkan keheningan.

“Ne, aku sudah. Kita harus mencari rumah kita sendiri kan?”

“Geurae. Kita jalan sekarang?”

“Ah, ne. Kajja..”

Mereka menuju ‘rumah’ mereka dengan berjalan kaki karena crew bilang, jaraknya dekat. Sepanjang jalan mereka tidak banyak mengobrol. Dan itu pun hanya obrolan dasar saja.

“9, 11, 13! Ini dia oppa!” Ucap Heera bangga. Sungmin memperhatikan kertas itu dan tersenyum.

“Good job, Heera-ssi. Kajja, kita lihat dalamnya..” Sungmin menarik tangan Heera.

“Waaaah. Besar…” Heera takjub MBC menyiapkan rumah sebesar ini.

“Tapi kosong..” Lanjutnya ketika ia menyadari tidak ada apa-pun di dalam rumah besar ini. Hanya ada ranjang, kompor, dan meja penghangat.

“Tenang, kita akan mengisinya. Hmmmm. Ayo kita beli beberapa barang.” Sungmin menarik tangan Heera lagi. Mereka berjalan ke tempat barang bekas dengan kualitas bagus dekat situ. Itu karena MBC hanya memberikan uang dalam jumlah yang kecil.

“Sillyehamnida, ahjumma..” Sapa Sungmin ramah kepada penjaga toko itu.

“Oppa, kita beli apa?” Tanya Heera melihat sekelilingnya. Tempat yang sangat berbeda dengan di Indonesia. Heera kira tempatnya akan benar-benar kumuh seperti di Indonesia, tapi ternyata tidak. Dan barangnya pun masih bagus jadi terkesan baru. Tapi ada juga barang-barang yang baru tentu saja dengan Low price.

“Ngggg. Alat memasak dan makan..” Sungmin berjalan ke bagian itu. Heera mengikutinya dari belakang.

“Panci.. Wajan.” Gumam Sungmin sambil memasukan pilihannya ke keranjang.

“Heera-ssi, mau piring dan gelas yang mana?”

“Nggg. Yang mana yaa oppa? Yang itu aja deh?” Jawab Heera sambil menunjuk seperangkat piring, gelas, sendok, dan garpu bewarna pink.

“Waah selera-mu bagus, Heera-ssi. Yasudah yang ini saja.” Sungmin memasukan pilihan Heera ke keranjang sambil tersenyum lebar. Heera ikut tersenyum.

Mereka memilih beberapa keperluan lainnya, seperti sprei, bantal, kulkas, rice cooker, vacuum cleaner, dsb.

Ketika mereka hendak membayar……

“Maaf anak muda, kurang 650 won lagi..” Ucap ahjumma penjaga toko itu.

“Kurang yah? Duh gimana yah ahjumma, kita ga ada uang lagi..” Jelas Heera.

“Geurae, ahjumma. Beri kami diskon dong..” Rayu Sungmin.

“Nggg. Baiklah, tapi aku ingin kau menarikan dance Gee-nya snsd.” Ucap ahjumma itu sambil menunjuk Sungmin.

“Eeeh? Arasseo ahjumma..” Sungmin menarik nafas.

neomu banjjak banjjak nooni booshuh no no no no no..neomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun oh oh oh oh oh..neomu jjarit jjarit momi ddeullyuh gee gee gee gee gee..o juhjeun nunbit oh yeah~ oh joeun hyanggee oh yeah yeah yeah~” Heera menyanyikan reff lagu itu selagi Sungmin menari dengan lincahnya (?)

“Waaah, bagus, anak muda. Baiklah ahjumma memberikanmu diskon..” Ucap ahjumma itu sambil tersenyum puas.

“Gamsahamnida, ahjumma!” Heera dan Sungmin membungkuk dan membawa barang belanjaan mereka.

Mereka kembali ke ‘rumah’ mereka dengan berjalan kaki lagi. Mereka mampir sebentar ke minimarket kecil untuk membeli bahan untuk makan malam mereka. Mereka sudah memisahkan uang untuk belanja tadi dan untuk makan.

Di perjalanan pulang (lagi), Sungmin memperhatikan Heera yang membawa belanjaan dengan kedua tangannya. Sungmin mengambil belanjaan yang berada di tangan kanan Heera. Heera terkejut, tapi Sungmin hanya tersenyum manis.

**

“Wah, Sungmin-ssi benar-benar perhatian ya.” Ujar salah seorang MC We Got Married, Kim Nayoung. *pasti tau Kim Nayoung kan?wkwkwk*

“Ne, waaah. Aku iri sekali..” Tanggap Yuri SNSD yang menjadi MC juga.

“Taecyeon-ssi, baru saja kemarin anda bilang kalau tipe ideal anda adalah leader Angel. Bagaimana tanggapanmu, Taecyeon-ssi?” Tanya Nayoung.

“Ah, ye. Saya cemburu. Sungmin-ssi, anda beruntung..” Jawab Taecyeon sambil tersipu.

“Bagaimana dengan anda, Chansung-ssi?” Tanya Yuri.

“Ah, menurut saya sih, mereka cocok..” Tanggap Chansung.

“Baiklah, ini adalah episode pertama dari We Got Married, Sungmin dan Heera. Sampai bertemu minggu depan di episode selanjutnya..” Nayoung menutup acara, mereka semua melambai ke arah penonton.

TBC

Notes: huehehehehe, FF yang ditunggu sejuta umat (?) Ngga sih, cuma Heera onnie aja wkwkwk
Gimana onn? Hahaha maaf jika anda kecewa. Kan sebagai bonus, saya bikin lebih dari 1 part lho :3
Disini HeeMin moment-nya juga belom banyak. Sabar… Wkwkwk
KOMEEEEENNN!! *pinjem scream-nya Changmin*

Author: meliaFISHY (and also cha_sungmin ^^)

Hah? Magnae? Yaa ampun. Beneran jadian deh sama Donghae. Aigoooo my baby~~

Tap…. Tap….

Aku berbalik dan menyadari ada Kyuhyun oppa berdiri di belakangku, ia ikut mengintip Donghae dan Yeoreum. Dia sepertinya menyadari keberadaanku. Dia tersenyum padaku. Omo~ senyumannya…… XD

“Rigi-ssi, annyeong..”

“Annyeong Kyu oppa.. Kau sedang apa?”

“Aku… Eh mau menjemput Donghae hyung..”

“Sudahlah, ia akan menginap disini..”

“Iya yah? Yah.. Ga ada temen maen ps deh..”

“PS? Oiah kamu kan maniak game yah..” =.=

“Iya donk, Rigi-ssi. Bermainlah denganku.” Ajaknya sambil menarik tanganku.

“Eh???”

Dia terus menarik tanganku sampai ke van-nya. Mau tidak mau aku menurutinya. Ia duduk tepat di sebelahku.

Tegang.

“Kau lead vocal di Angel yah?” Ia membuka pertanyaan.

“Eh? N-ne..” Aku gugup. Gimana ngga?! Dia kan bias-ku. Astaga .__.

“Berlatihlah denganku kapan-kapan..” Ucapnya sambil tersenyum. Aku tahu maksudnya pamer, tapi aku luluh dengan senyumannya.

“Ne, oppa..”

“Sebaiknya aku antar kau pulang saja ya? Sudah malam..”

“Eh? T-terserah oppa saja deh..” Aku sedikit kecewa karena ia membatalkan ajakan main-nya >.<

“Ahjussi, ke Dorm Angel..”

“Ye..”

Sepanjang perjalanan tidak ada yang membuka pembicaraan. Sehingga suasananya GARING sekali.

Ku lirik Kyuhyun oppa. Dia sedang asik bermain dengan PSP putih-nya. Benar-benar maniak -___-

“Oppa, gomawo sudah mengantar..”

“Ne, nanti kita main bareng ya. Annyeong~!” Pamitnya sambil mengacak rambutku. Aku hanya diam. Bahkan sampai ia menghilang pun aku masih terpaku.

Huaaaaa itu KYUHYUN bias-ku XDD

Drrt.. Drrt..

Aku tersadar dari lamunanku. Aku langsung mengeluarkan handphone-ku.

From: My Baby
Umma, kau pulang saja ya. Besok aku ceritakan. ㅋㅋㅋ~ ^^

To: My Baby
Ne, arasseo. Hati-hati.

Aku berjalan masuk ke dorm-ku. Aku masuk lift dan menekan tombol 7. Setelah sampai di lantai 7, aku langsung menuju ‘kandang’-ku.

Wajah Kyuhyun yang tersenyum padaku masih terbayang. Omona…. Aku tidak menyangka aku akan mendapatkan senyuman itu secara langsung XD

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Super Junior’s dorm, 9AM

“Hyung…..”

“Hmmm?”

“Hyung jadian yah sama magnae Angel?”

“UHUK~ UHUK~! EHEM….” Donghae langsung tersedak.

“Hyung? Waegeurae?” Siwon langsung menepuk-nepuk punggung Donghae. Muka Donghae berubah menjadi merah.

“Kyu! Kau apain Donghae-ku sih?” Protes Eunhyuk.

“Ihh, aku kan cuma nanya. Lagian… Apa tadi kau bilang? Donghae-mu? Donghae itu sekarang milik magnae Angel tau!” Balas Kyuhyun. Yang lain langsung menatap Donghae meminta penjelasan.

“Eh? Apaan sih kamu Kyu!” Donghae berusaha mengelak, tapi tatapan para member sepertinya terlalu seram untuknya. Donghae menunduk.

“Lee Donghae.” Panggil Leeteuk, Donghae mengangkat muka-nya dengan takut-takut.

“JELASKAN!!”

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“Hyung… Jangan bilang-bilang manager yaa. Jaebal…..” Donghae memohon.

“Iya iya! Aduh kamu itu ya. Baru masalah beres kemarin. Awas kalo sampe ada masalah lagi!” Ancam Leeteuk. Donghae memeluknya dengan erat.

“Gomawo hyung~! Saranghae!!” Ucap Donghae manja.

“Iya iya. Ya! Kyuhyun-ah! Ngapain kamu di situ?!” Leeteuk melepaskan pelukan Donghae.

“Donghae hyung…. Maen PS yuuuuk..” Rengek Kyuhyun.

“Kajja!” Donghae menghampiri Kyuhyun dengan semangat.

Drrt.. Drrt..

Donghae mengeluarkan handphone-nya dan ia tersenyum lebar. Ia sibuk mengetik di handphone-nya.

“Hyung, ayoo donggg..” Kyuhyun menarik tangan Donghae.

“Ga jadi deh Kyu.. Aku ada urusan..” Donghae meninggalkan Kyuhyun sambil terus memainkan handphone-nya.

“Yaaaaah…. Dia pacaran….” Ucap Kyuhyun lemas. Ia berjalan pelan ke ruang tamu dan duduk.

Kyuhyun mengeluarkan handphone-nya. Ia mengotak-atik kontak di handphone-nya. Ia tersenyum ketika menemukan nama seseorang dan langsung menghubunginya.

“Yoboseo? Rigi-ssi? Kyuhyun-imnida. Apa aku menganggumu?”

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Aku harus menginterogasi magnae dulu nih. Ckck.

♬ sorry sorry sorry sorry naega naega naega meonjeo nege nege nege ppajyeo ppajyeo beoryeo baby shawty shawty shawty nuni busyeo busyeo busyeo sumi makhyeo makhyeo makhyeo naega michyeo michyeo baby♪

“Yoboseo?”

“……………”

“Yeee?? Kyuhyun oppa?”

“…………………”

“Jigeumyo?”

“………………”

“A-arasseo…”

Aku melemparkan handphone-ku ke sembarang arah. Bayangkan saja. Kyuhyun mengajakku main. DIA MENGAJAKKU MAIN XDD

“Umma, ada apa memanggilku?” Yeoreum masuk ke kamarku dan duduk di sebelahku.

“Umma?” Ia menggoyangkan bahuku. Aku pun tersadar.

“Eeh? Yeoreum?” Tanyaku seperti orang bodoh.

“Umma kenapa? Kok tegang gitu?” Tanyanya bingung.

“A-ani..” Aku berjalan ke kamar mandi dan menutup pintunya, shocked. Ya, aku terlalu shocked!!

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“Rigi-ah, waeyo?” Tanya Kyuhyun.

“Eeeh. Aniya, oppa..” Jawab Rigi gugup.

“Main apa ya.. Hmmmm..” Kyuhyun melirik sekitarnya. Mereka sedang berada di pusat game saat ini. Tentu saja dengan penyamaran.

“Itu aja oppa..” Rigi menunjuk asal, tapi Kyuhyun meng-iya-kannya.

“Kau bisa main DDR?” Tanya Kyuhyun sambil menggesekan kartu bermain di mesin DDR.

“Yaa, bisa sih dikit-dikit. Oppa bisa?”

“Ngga. Aku sih udah jago banget kali..” Narsisnya. Rigi serasa pengen muntah (?) */plak*

“Lagu apa nih?” Tanyanya.

“Afronova primeval aja, oppa..” Ia mencari lagu itu dan langsung mem-play-nya.

Tap! Tap! Tap! Bruk! (?)

Kyuhyun bermain dengan semangat, tidak ada step yang terlewat satu pun. Begitupun dengan Rigi.

“Waaah, cape yaa..” Kyuhyun membuka topi yang ia kenakan.

“Oppa!!!” Rigi langsung menutup wajah Kyuhyun, tapi sayang sekali, banyak remaja yang mengenali Kyuhyun lebih dulu.

“Itu Kyu oppa!! Kyaaaa~~!!” Heboh remaja yang ada disana, Kyuhyun dan Rigi panik. Mereka mengambil tas mereka dan langsung berlari ke parkiran.

“Kyuu oppa!! Jamgamman!!!” Semakin banyak remaja yang mengejar mereka. Kyuhyun yang merasa Rigi sudah lemas, langsung menarik tangannya.

“Kajja, Rigi-ah! Sedikit lagi! Jangan sampai ketahuan!” Ucap Kyuhyun sambil terus berlari.

Tuit tuit~ Bragk! Ngeeeeng~~!!!

Kyuhyun langsung memacu mobilnya. Mereka berhasil lolos dari kejaran remaja itu.

“Haah…. Haaaah…” Rigi kehabisan nafas. Tapi sedetik kemudian……..

“Hahahahahahaahahahaa…” Rigi tertawa terbahak-bahak.

“Rigi-ah, waeyo?” Tanya Kyuhyun heran.

“Itu.. Muahahahahahahahha~” Rigi tetap tertawa.

“Apaan sih? Hahahahahahaha….” Kyuhyun ikut tertawa. Mereka terus tertawa sampai mereka merasa wajahnya sakit.

“Hnnggghh. Hahahaha..” Kyuhyun sudah tidak mampu tertawa.

“Oppa kenapa ketawa?” Tanya Rigi yang akhirnya sadar.

“Yah kamu ketawa, jadi ikutan deh..”

“Dasar! Aku kan ngetawain oppa!”

“Mworagoo????” Kyuhyun bingung.

“Iyaa, itu rambut oppa…… Hahahahahaha..” Rigi mulai tertawa lagi. Kyuhyun melirik ke kaca spion dan ikut tertawa.

“Hahahahahaha. Kaya abis kena topan deh..” Tanggap Kyuhyun.

“Hahahahaha. Udah ah, oppa. Cape nih….” Rigi menarik nafas.

“Ne, naddo. Rigi-ah….”

“Gomawo, Rigi-ah…” Lanjutnya.

“Untuk apa?”

“Untuk hari ini. Semuanya. Sudah lama aku tidak merasa santai seperti ini..” Kyuhyun tersenyum manis.

“Naddo oppa..” Rigi balas tersenyum.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“Berita hari ini, Kyuhyun ketahuan berkencan di pusat game.” Songhee membacakan koran di tangannya.

“Ckckck. Kyuhyun, Kyuhyun… Suju kok lg laku yah sekarang??” Ririn geleng-geleng kepala.

“Eits, ralat! Suju mah selalu laku kali!” Heera emosi.

“Eeeh, maksudnya laku sama gosip. Haha.” Bela Ririn. Heera ngangguk-ngangguk.

“Hoaeeem…. Ada apa hari ini?” Rigi baru keluar dari kamarnya.

“Tuh, biasmu. Bikin gosip aja. Ckck..” Songhee menyerahkan koran pagi itu ke Rigi.

“Hahahahahahaah…” Rigi tiba-tiba ngakak.

“Ey, kenapa onn?” Tanya Ririn heran.

“Ngga apa-apa. Hahahahahaah..” Rigi lanjut ketawa. Heera, Songhee, dan Ririn hanya menatapnya dengan tatapan takut (?)

“Oooh iyaa, si magnae mana?” Rigi akhirnya sadar (?)

“Baru aja tadi berangkat sama Donghae, katanya mumpung Donghae bisa anter ke sekolah.” Jelas Songhee sambil mencomot roti di meja makan.

“Kita hari ini ada jadwal ga sih?” Tanya Ririn sambil menyalakan TV.

“Aku sama Yeoreum sih, ada acara Star King. Sama SNSD Taeyeon Tiffany, SJ Leeteuk Eunhyuk Donghae, SHINee Taemin, 2AM Jokwon, 2PM Nichkhun..” Jelas Heera.

“Bertabur bintang euy. Kalo aku di suruh ke kantor sama manager ntar siang. Gatau deh ada apa..” Ucap Songhee.

“Waah, kalo gitu aku sama Ririn ga ada jadwal..” Rigi duduk di sebelah Ririn.

“Kalian beresin dorm yah..” Perintah Heera, mereka hanya bisa mengangguk. Yaa karena Heera adalah leadernya -___-

“Ne, onnie..” Ucap Rigi dan Ririn patuh.

(Another place, same time)

“KYUHYUN ASTAGA!!!!!!!!” Leeteuk ngamuk.

“Apaan hyung?” Tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Nih liat tuh, LIAT!!” Leeteuk membanting koran di depan muka Kyuhyun. Kyuhyun langsung membacanya dan tertawa.

“Hahahahahahaha. Mianhae hyung..” Ucap Kyuhyun tanpa dosa.

“Omoooooo~ kenapa kalian seneng banget bikin gosip akhir-akhir ini? Please deh, tanpa bikin gosip juga kita udah terkenal..” Leeteuk ngamuk sambil narsis.

“Iyaa hyung, ini ga sengaja deh. Beneran..” Kyuhyun membentuk huruf V dengan jarinya.

“Tau ah! Urusin sana!” Leeteuk membanting pintu kamarnya.

“Duuuh, Kyuhyun-ah. Ada apa sih?” Tanya Sungmin perhatian.

“Ga tau deh hyung. Bingung..” Jawab Kyuhyun polos.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Kyuhyun sedang sendirian di dorm, yang lain masih ada jadwal. Dia sedang heboh bermain game.

“Hiaaaaaa.. Ayo ayooo.. Dikit lagi… Aisshhhhh~~”

“Haaaah?? Kyuhyun kalah?? Evil kalah?? AKU KALAH?????” Kyuhyun histeris.

“Noona~!!! Ada yang mengalahkanku… Huhuhuh.. Siapa nickname-nya? DarkCheonsa?”

“Aissh, benar-benar deh….” Kyuhyun mematikan komputernya dan pergi memainkan PS 3-nya di kamar.

(Same time, other place)

“Yeaaaaay~!!! Menanggggg!!!!” Rigi heboh sendiri.

“Apaan sih onn?” Ririn ngerasa terganggu.

“Ngga. Hehehe..” Rigi senyum salting. Ririn melanjutkan latihan dance-nya.

“Hihihihihi.. Aku akhirnya mengalahkan si evil.” Rigi senyum-senyum sendiri sambil memperhatikan layar komputernya.

“Eh? Kok dia ilang? Ck. Pundung deh pasti. Kaya orangnya..” Rigi mengambil handphone-nya.

박리기 : PING!!

Evil 규 : Wae?

박리기 : 하 하 하 하 :p

Evil 규 : Wae? –“

박리기 : Akhirnya aku berhasil mengalahkanmu ^^

Evil 규 : DarkCheonsa? Jadi itu kau?

박리기 : Ding Dong Daeng~ Tepat sekali. ㅋㅋㅋ

Evil 규 : Beraninya kau. Lihat saja nanti *evil’s smirk

Rigi bbm-an dengan Kyuhyun sambil tertawa-tawa. Ririn yang merasa latihannya terganggu hanya bisa diam.

“Dasar onnie..”

TBC

Bagaimana dengan kelanjutan kisah pasangan autis ini? *digaplok KyuRi*
Disini belom banyak KyuRi moment-nya. Maka dari itu….. *jeng jeng jeng*
Nantikan episode selanjutnya *pinjem smirk-nya Kyu*
Sumpaaah. UMMA!! Mianhae kalo jelek n gaje. And also, EKA ONNIE!! Mianhae kalo jelek. Ini kan ide aslinya dari dia. Hehe.

btw, ini masi ada lanjutannya kok. special taon baru nih, jadi ga cuma oneshoot 😀

Komen komen, ayoo komen.. *ala pedagang aqua gopean pinggir jalan*

Author: meliaFISHY 😀 / cha_sungmin

“Hyung~”

“……….”

“Hyung~~~”

“Apaan sih?!” Tanyaku kesal.

“Ihh, galak banget sih. Ga jadi ah..” Kyu meninggalkanku.

“Cih, dasar evil..”

Aku meneruskan pekerjaanku lagi: Bengong!

Gosip yang menimpaku akhir-akhir ini semakin aneh. Aigooo~

Donghae pacaran dengan Jessica?

Donghae pacaran dengan Kim Nayoung?

Donghae pacaran dengan Eunhyuk?

MWOYA????

Apa mereka tidak bisa menggosipkanku dengan orang yang kusukai?

Eh? Bagaimana bisa yah? Mereka saja tidak mengetahui siapa yang ku suka.

Tapi yang paling parah aku di gosipkan gay. Omo~

Eottohke?

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
ANGEL – What The Hell With The Gossip? (YeoHae Couple)
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

10 PM, JYP Entertainment

“Ya! Latihan hari ini selesai. Kalian bisa kembali ke dorm..”

“Ne, gamsahamnida sunbae.”

Hah~ ternyata menjadi artis itu tidak mudah yah. Lelah sekali.

“Baby-a, kau mau mandi kan? Kajja..” Rigi onnie menarik tanganku.

Setelah mandi, aku dan yang lain langsung pulang ke Dorm. Sesampainya di Dorm, aku langsung merebahkan tubuhku ke ranjang pink-ku.

03.15 AM

“Hah?!”

Aku bangun tiba-tiba karena mimpi yang aneh.

“Yah…. Kenapa bangun tengah malem gini? Duuuh bahaya..” Gumamku.

Aku melirik jam dan menghela nafas. Kebiasaanku ini sering terjadi. Aku tidak akan bisa tidur lagi sampai besok TT_TT

Aku menoleh ke ranjang biru disebelahku. Rigi onnie masih tertidur lelap.

Aku berjalan perlahan keluar kamar. Lalu mencari makanan di dapur. Dan hasilnya: NIHIL.

“Haaaah~ umma belom belanja nih..” Gumamku sedih sambil berjalan lemas ke ruang tengah. Aku duduk di kursi yang empuk itu.

“Awww!” Teriakku ketika aku menduduki sesuatu yang keras.

“Eh? Handphone aku? Kok ada disini sih?” Aku mengambil handphone-ku dan membukanya. Iseng-iseng aku membuka twitter. Setelah mengupdate status sekali. Aku memasukkan handphone-ku ke kantong celana-ku.

“Beli makanan deh…” Aku berjalan ke ruang ganti dan mengambil mantel tebal serta topi lucu bewarna pink. Yaa, aku memang pink-holic XD

Setelah mengganti baju dan mengambil dompet, aku berjalan sendirian ke mini market yang terletak sekitar 300 meter dari Dorm kami.

Jalanan sangat sepi. Terasa tenang sekali.

Tring~!

Aku membuka pintu mini market perlahan. Orang yang menjaga kasir itu tersenyum dan membungkuk. Aku membalasnya. Aku berjalan ke area makanan kecil dan minuman ringan.

Setelah memilih beberapa cemilan, aku membayarnya di kasir. Lalu aku berjalan pulang.

Grep….

Ada seseorang yang menahan bahuku. Aku berbalik dengan takut.

‘Matilah aku!’ Batinku setelah menyadari itu adalah seorang ahjussi yang sedang mabuk berat.

“Annyeong, agasshi. Kau cantik sekali. Kenapa yeoja sepertimu berkeliaran malam-malam begini? Kau mau menemaniku?” Godanya sambil memegang pipiku, aku menepisnya. Aku harus lari. Ya, aku harus lari. Tapi kenapa kakiku tidak bisa bergerak. Eottohke? Umma TT_TT

BRUGH!

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Aku sedang berjalan-jalan tanpa arah. Aku merasa bosan sekali di dorm. Insomnia-ku kumat. Sejak kapan aku menderita Insomnia? -___-

“Ini kan dorm-nya 2PM dan Miss A. Dorm Angel disini juga yah?” Gumamku ketika melihat gedung di depanku. Lalu aku melanjutkan jalan.

“Eh? Ada ahjussi penggoda. Kasihan sekali yeoja itu.” Gumamku lagi sambil menghampiri ahjussi itu dan menghajarnya.

BRUGH!!

“YA! Mwoya?!” Teriak ahjussi itu dengan kesal sambil berusaha berdiri.

“Ahjussi sedang apa? Kenapa kau mengganggu yeoja chingu-ku?” Ucapku dengan nada dingin, ahjussi itu langsung berlari menjauh.

“Cih, dasar ahjussi penggoda..”

“Ngggg… Jeogi……”

“Eh? Ah! Mianhae, aku tidak sadar..” Aku melepaskan rangkulanku dan langsung membungkuk.

“Ah, ani. Harusnya aku yang berterima kasih. Gamsahamnida..” Yeoja itu membungkuk 90 derajat.

“EH? DONGHAE SUNBAE?” Pekiknya ketika ia melihat wajahku.

“Eeeh, Yeoreum-ssi?” Kagetku.

“Kau sedang apa malam-malam diluar?” Lanjutku.

“A-aku…… Beli cemilan. Abisnya di dorm ga ada apa-apa..” Jawabnya agak gugup.

“Ooooh….”

“Sunbae sendiri lagi apa?”

“Eh? Insomnia-ku kumat, aku bosan di dorm.” Jelasku

“Ooooh…”

“Yang lain udah tidur semua..” Lanjutku.

“Ooooh….” Dia ber OH ria.

“Kajja, aku antar kau pulang.” Tawarku. Dia mengikutiku dari belakang.

Sepanjang perjalanan kami mengobrol banyak. Ternyata dia asik di ajak bicara. Padahal dulu aku meminta nomor handphone dan pin bb-nya tapi aku belum sempat menghubunginya. Malah Eunhyuk yang suka menguhubunginya.

“Sunbae, gomawo sudah mengantarku..” Ucapnya sambil membungkuk ketika kami sudah sampai di depan gedung dorm-nya.

“Ah, cheonmaneyo Yeoreum-ssi.. Ya! Sampai kapan kau memanggilku sunbae?”

“Sampai aku menjadi lebih tua darimu..” Jawabnya jahil sambil tersenyum. Aku mengacak rambutnya.

“Dasar kau ini. Sudah ya, aku pulang dulu ya..” Pamitku.

“Hati-hati yaa Sunbae!”

Aku hanya tersenyum menanggapinya. Satu hal yang kusadari hari ini: DIA TIPEKU!

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“DONGHAE!! IREONA!!” Eunhyuk membangunkan Donghae dengan tidak sabar.

“…………”

“DONGHAE!!!!!”

“Aissh, arasseo! Aku bangun!” Donghae duduk sambil mengacak rambutnya.

“Bentar lagi ada Angel yang ngamuk lho!” Ucap Eunhyuk.

“Hah? Angel mana?” Tanya Donghae setengah sadar.

“Yah si Lee———”

“YA! LEE DONGHAE!” Leeteuk memotong ucapan Eunhyuk. Donghae dan Eunhyuk terkejut dengan suara leader-nya itu.

“IGE MWOYA?” Leeteuk membanting koran ke ranjang Donghae. Donghae mengambilnya dengan heran.

“HE? APAAN NIH??” Teriak Donghae setelah membaca artikel di halaman awal koran itu.

“LEE DONGHAE!! Sejak kapan kau menjalin hubungan dengan magnae Angel?!” Leeteuk ngamuk.

“Eh? Aku ga pacaran sama dia..”

“Terus foto itu maksudnya apaan?!” Leeteuk semakin emosi. Donghae memperhatikan foto di koran itu.

“Sialan, mereka mendapatkannya semalam.” Gumam Donghae.

“Oooh jadi tadi malam kau janjian dengannya? Baiklah, mulai hari ini kau tidak boleh kemana-mana tanpa pengawasan!” Putus Leeteuk sambil keluar dari kamar.

“Hyung, tenanglah. Dia hanya bingung menjelaskannya ke manager hyung..” Siwon merangkul Donghae yang mata-nya sudah berkaca-kaca.

“Iya Siwon bener. Tapi kamu bener pacaran sama magnae Angel?” Tanya Eunhyuk.

“Aniyo, tadi malam tidak sengaja bertemu saja..”

“Baiklah, jelaskan saja nanti ke manager hyung. Mandilah..” Ucap Sungmin.

“Ne, hyung…”

(Ditempat lain pada waktu yang sama)

“APA-APAAN NIH?” Teriak Yeoreum ketika ia membaca koran hari ini.

“Aigooo~ my baby. Kenapa pagi-pagi udah ribut sih?” Tanya Rigi yang baru bangun.

“Umma! Lihat artikel ini!” Yeoreum menunjukan koran itu.

“Astaga.. Aku membangunkan yang lain dulu..” Rigi berjalan membangunkan member lain, sedangkan Yeoreum hanya terduduk di ruang tengah.

“Ada apa ini?” Heera keluar sambil mengacak-acak rambutnya.

“Huaaaaa~ onnie liat deh artikel ini….” Yeoreum menyerahkan koran itu. Heera, Songhee, dan Ririn melihatnya bersamaan.

“MWO? Kau pacaran dengan Donghae??” Tanya mereka tidak percaya.

“Aniya, onnie. Aku hanya bertemu dengannya tadi malam..”

“Kok kamu malem-malem keluar? Masih kecil juga..” Omel Songhee.

“Abisnya ga ada makanan, aku laper. Terus ga bisa tidur..” Jelas Yeoreum dengan mata berkaca-kaca.

“Sudahlah. Sekarang kita pikirin, gimana caranya ngeklarifikasi masalah ini..” Putus Heera.

Ping~! Ada bbm masuk. Yeoreum langsung membacanya.

이동해: Yeoreum-ssi, kau sudah melihat artikel di koran hari ini?

박여름: Ne, sudah. Mianhae, sunbae TT_TT

이동해: Aniya, gwaenchana. Seharusnya aku yang minta maaf.

박여름: Eottohkhajyeo, sunbae? TT_TT

이동해: Tenanglah, kita klarifikasi semua ini.

박여름: Arasseo. Mianhae, sunbae…. Aku sudah menyusahkanmu.

이동해: Gwaenchana ^^

“Haaaah~”

“Kita akan mengadakan konferensi pers hari ini. Kalian bersiaplah..” Ucap Heera yang habis menelpon manager.

“Mianhae, aku sudah mencemarkan nama Angel….”

“Aniya, sudah.. Mandi sana..” Ririn mendorong Yeoreum ke kamar.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Konferensi pers pun dimulai. Mereka mengklarifikasi bahwa tidak ada hubungan apa-apa antara Donghae dan Yeoreum.

Setelah konferensi pers, Angel dan Super Junior berkumpul.

“Mianhae, wartawan memang benar-benar musuh artis..” Heera memulai pembicaraan.

“Ne, kau benar. Menyeramkan..” Tambah Heechul.

“Lagipula, judul artikelnya jelek banget ya? LEE DONGHAE SUPER JUNIOR MENJALIN HUBUNGAN DENGAN MAGNAE ANGEL YANG TERPAUT UMUR 8 TAHUN?” Ucap Kangin.

“Iyah, padahal memang kenapa? Toh sama-sama orang..” Shindong menambahkan.

“Mianhae, aku sudah mencemarkan nama Angel dan Super Junior.” Sesal Yeoreum yang hampir menangis.

“Naddo..” Donghae menunduk.

“Gwaenchana. Lagipula masalahnya sudah selesai..” Leeteuk menepuk pundak Donghae.

“IH LIHAT!” Heboh Kangin, semuanya kaget.

“Donghae sama Yeoreum nangis. Hahaha. Mereka sepertinya prince and princess of tears!” Jelas Kangin. Donghae dan Yeoreum langsung menyeka air matanya.

“Ih sunbae, aniyoooooo….”

“Ne, hyung. Kita kan ga sengaja.” Muka Donghae memerah. Semuanya tertawa.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Setelah konferensi pers itu, masalah pun selesai. Mereka kira tidak ada yang mempermasalahkan itu lagi. Tapi ternyata…………..

Angel’s Dorm, 3PM

• Yeoreum’s side •

“Onnie~! Aku jajan dulu yaaa…” Teriakku dari pintu.

“YA~! Seneng jajan banget sih?” Protes Ririn. Aku tidak menanggapinya.

Aku tidak menggunakan penyamaran apa-apa. Karena kupikir jarak antara dorm dan mini market sangat dekat.

“Kyaaaa~~ itu Park Yeoreum Angel!” Heboh anak-anak SMA yang sedang lewat sambil menghampiriku. Eottohke?

Mereka menghampiriku dan mengerubungiku, untung saja hanya beberapa orang, jadi tidak terlalu masalah. Tapi yang jadi masalah: Aku baru pernah bertemu dengan fansku TT_TT

“Onnie, aku minta tanda tanganmu dong…”

“Onnie aku mau foto bareng denganmu..”

Mereka merengek terus. Sampai akhirnya mereka mengajakku ke suatu cafe — mereka bilang itu cafe amore — yang sepi. Mereka mengajakku masuk ke gedung cafe itu. Tapi mereka malah membawaku ke ruangan kosong dan menguncinya. Mereka melempari tas mereka ke arahku.

“Kyaaa~!!”

“Kau kira kau bisa lepas begitu saja dari FISHY?” Tanya salah seorang dari mereka.

“Mwo?” Tanyaku tidak mengerti.

“KAU TIDAK TAHU KALAU KAU TIDAK COCOK UNTUK DONGHAE OPPA?!” Bentak temannya. Ternyata masalah ini? Kukira masalah ini sudah selesai.

“Dasar kau artis kurang ajar!!! Baru juga terkenal!!!” Mereka memukuliku tanpa ampun. Aku merasa kehilangan tenaga-ku. Aku hanya pasrah dipukuli mereka. Kurasakan rasa sakit mulai menyebar di tubuhku.

“ENYAH KAU!”

BRAGK!!!

Salah seorang dari mereka memukulkan sebatang kayu. Dapat kurasakan darah mengucur dari kepalaku. Rasa pusing mulai menyerangku sampai akhirnya semuanya gelap. Mianhae………

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

 

International Hospital of Seoul, 5 days later.

“Onnie, biarkan aku yang menjaganya.” Tawar Rigi.

“Gwaenchana?” Tanya Heera.

“Ne, gwaenchana..”

“Ah, arasseo. Tolong yah..”

“Ne, onnie. Istirahatlah….”

Rigi duduk di pinggir ranjang Yeoreum. Ia koma semenjak kejadian itu. Dokter bilang kepalanya terbentur keras sekali.

Flashback, kejadian hari itu

“YA!!! HENTIKAN!!” Bentak seorang namja sambil mendobrak pintu itu.

“Omo~ Yesung oppa?!” Anak-anak SMA itu kaget.

“KHA!!!” Yesung emosi. Anak-anak SMA itu langsung kabur.

“Yeoreum-ssi! Yeoreum-ssi! Omo~ kepalanya berdarah..” Yesung langsung menggendong Yeoreum ke mobilnya dan langsung membawanya ke rumah sakit. Selama perjalanan Yesung sibuk menghubungi member Super Junior dan Angel tentunya. Keanehan Yesung saat ini terpakai, ia adalah seorang multi tasker yang baik. Ia bisa menghubungi yang lain sambil tetap fokus menyetir.

Sesampainya di Rumah Sakit, Yesung langsung membawa Yeoreum ke UGD. Dokter langsung menanganinya. Sementara Dokter menangani Yeoreum, member Super Junior dan Angel tiba.

“Hyung!” Donghae langsung menghampiri Yesung.

“Bagaimana kejadiannya?” Leeteuk tidak sabar.

“Tadi aku sedang berada di daerah situ, kalian tahu kan disitu ada restoranku. Terus ga sengaja aku liat Yeoreum di kelilingin anak-anak SMA. Tadinya aku pikir itu beneran fans Yeoreum. Tapi setelah menyadari anak-anak SMA itu menggunakan tas bergambar Chibi Donghae, aku langsung merasa ada yang tidak beres. Aku langsung mengikuti jejak mereka walau akhirnya aku tetap telat..” Jelas Yesung.

Member Angel sudah menangis semua. Sungmin menenangkan Heera, Ririn dan Rigi berpelukan, Songhee ditenangkan Siwon. Donghae juga ikut menangis.

“Mianhae, Yeoreum-a….” Ucap Donghae sambil menangis. Eunhyuk merangkulnya.

“Tenanglah, sekarang berdoa saja Yeoreum akan baik-baik saja..”

End of flashback

Tok tok tok • • •

Pintu kamar Yeoreum di ketuk. Rigi berhenti melamun dan membukanya.

“Eh? Donghae oppa?” Rigi terkejut.

“Rigi-ssi. Dia….. Belum sadar?” Tanya Donghae to the point. Rigi hanya menggeleng pelan.

“Bolehkah aku berbicara berdua dengannya?” Donghae meminta izin. Rigi berpikir sejenak, lalu mengangguk dan meninggalkan mereka.

Donghae berjalan pelan ke arah Yeoreum. Ia duduk di pinggir ranjang Yeoreum. Donghae membelai rambut Yeoreum dengan lembut.

“Yeoreum-ssi, ireona……”

“Aku mau minta maaf atas semuanya. Aku tidak menyangka fans-ku akan menyerangmu begitu…. Seharusnya aku menyadari bahwa Fishy tidak senang denganmu ketika aku online twitter dan membaca mention mereka. Mianhae, aku tidak memperingatimu..” Ucap Donghae sambil menangis. Ia menyeka air matanya. Lalu ia menggenggam tangan Yeoreum dengan erat.

Perlahan Yeoreum membuka matanya. Ia langsung menyadari Donghae yang sedang mengenggam tangannya sambil menunduk.

“S-sun….bae?” Panggil Yeoreum dengan suara serak.

“Yeoreum? Akhirnya kau sadar. Aku akan memanggilkan dokter!” Donghae sudah bersiap berdiri, tapi Yeoreum menahannya.

“Ani, tidak perlu. Aku baik-baik saja..” Ucap Yeoreum sambil mengubah poisinya menjadi duduk. Donghae yang mendengar itu langsung kembali ke posisinya yang semula.

Hening…..

“Mianhae…. Atas semuanya.” Donghae memulai pembicaraan.

“Gwaenchana, sunbae..”

“Aku sudah membuatmu terluka….”

“Itu bukan salahmu. Itu kan perbuatan fans yang terlalu mencintaimu..” Ucap Yeoreum sambil tersenyum.

Donghae menatap Yeoreum dengan lekat. Dan tanpa ragu ia memeluknya.

“Eh? S-sunbae?” Yeoreum terkejut.

“Mianhae…. Biarkan aku menjagamu..” Donghae mempererat pelukannya.

“A-a-ahpa!” Ringis Yeoreum. Donghae langsung melepaskan pelukannya.

“M-mianhae….”

Suasana hening kembali.

“Yeoreum-ssi, aku…… Pulang dulu ya.. Jaljayo..” Pamit Donghae. Yeoreum tidak menjawab apa-apa.

Donghae keluar dari kamar Yeoreum dan menghela nafas. Baru beberapa langkah ia berjalan, ia merasakan seseorang memeluknya.

“Kajima…….”

“Y-yeoreum-ssi?” Donghae melepaskan pelukan Yeoreum dan berbalik menatap Yeoreum dengan tatapan bingung.

“Kau harus tanggung jawab atas semua ini..” Yeoreum menunjuk luka-lukanya, dari kaki, tangan, kepala, dan terakhir dada kirinya.

“Eh? A-ada apa dengan jantungmu?” Tanya Donghae panik.

“Jantungku…. Berdetak tidak karuan bila aku melihatmu.. Kau harus bertanggung jawab atas semua ini.” Ucap Yeoreum sambil tersenyum. Donghae awalnya terkejut, sampai akhirnya ia sadar dan tersenyum lebar dan memeluk Yeoreum.

“YA! Kenapa kau memelukku? Sakit tahu!” Protes Yeoreum. Donghae hanya tersenyum polos.

“Saranghae!” Ucap Donghae tiba-tiba.

“Mwo?” Yeoreum tidak mendengarnya dengan jelas.

“Tidak ada siaran ulang..” Donghae menjulurkan lidahnya.

“Ihh jahat..” Yeoreum memanyunkan bibirnya. Donghae mengecup singkat kening Yeoreum.

“YA! Kau mau aku diserang Fishy lagi?!” Bentak Yeoreum sambil menjitak Donghae. Donghae malahan memeluknya lagi.

“Saranghae, Park Yeoreum. Jeongmall saranghae..” Ucap Donghae tepat di kuping Yeoreum. Yeoreum tersenyum dan membalas pelukan Donghae.

“Naddo saranghae, sunbae. Tapi ini beneran sakit deh..” Yeoreum mendorong Donghae perlahan. Donghae tersenyum.

“Tapi kita backstreet yah?”

“Iyalah, mau aku mati ditangan Fishy?” Yeoreum kesal. Donghae mengacak rambutnya dengan gemas.

“Kyaaa~!” Teriak Yeoreum saat Donghae menggendongnya dan membawanya masuk kamar lagi.

“Kau harus banyak istirahat, chagi…” Ucap Donghae dengan lembut. Yeoreum hanya menundukan mukanya yang memerah.

Donghae menidurkan lagi Yeoreum di ranjangnya. Lalu ia duduk di sebelahnya.

“Saranghae…” Ucap Donghae sambil mengenggam erat tangan Yeoreum.

“Naddo, sunbae..”

“Panggil aku oppa!” Rengek Donghae.

“Sirreo!”

“Wae?”

“Karena semua fans-mu memanggilmu oppa! Aku tidak mau sama dengan fans-mu!” Jelas Yeoreum. Donghae tersenyum lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Yeoreum. Donghae mencium bibir Yeoreum dengan lembut.

“Tidurlah, aku akan menemanimu..”

“Ne, sunbae. Jaljayo….”

Donghae mengenggam erat tangan Yeoreum.

Aku tidak akan membiarkanmu terluka lagi..‘ Batin Donghae.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Hah? Magnae? Yaa ampun. Beneran jadian deh sama Donghae. Aigoooo my baby~~

Tap…. Tap….

Aku berbalik dan menyadari ada Kyuhyun oppa berdiri di belakangku, ia ikut mengintip Donghae dan Yeoreum. Dia sepertinya menyadari keberadaanku. Dia tersenyum padaku. Omo~ senyumannya…… XD

“Rigi-ssi, annyeong..”

“Annyeong Kyu oppa.. Kau sedang apa?”

“Aku… Eh mau menjemput Donghae hyung..”

“Sudahlah, ia akan menginap disini..”

“Iya yah? Yah.. Ga ada temen maen ps deh..”

“PS? Oiah kamu kan maniak game yah..” =.=

“Iya donk, Rigi-ssi. Bermainlah denganku.” Ajaknya sambil menarik tanganku.

“Eh???”

The End ♡ (YeoHae Couple)

Notes: muahahaha~ ff Onn Eka ft Melia published! XDD
Akhirnya beres euy sama YeoHae couple! Masi ada 4 couple lagi! Hahahaha
KOMEN!! *teriak pake sound system*

Author: @meliaFISHY
Inspired by: @cha_sungmin ^^

Apa kau pernah dengar Angel?

Bukan.

Bukan Angel yang diutus Tuhan ataupun Angel Teukie. Angel yang ini adalah girlband baru dibawah agensi JYP Entertainment. Dan mereka tidak berasal dari Korea ataupun China, mereka berasal dari Indonesia! Mereka terpilih sewaktu JYP Entertainment mengadakan audisi di Indonesia dua tahun lalu. Mari kita mengenal para personilnya ^^

• Annyeonghaseyo, Lee Heera-imnida! Aku adalah Leader Angel sekaligus Lead Dancer Angel. Aku kelahiran 1988. Aku terpilih di audisi JYP 2 tahun yang lalu. Aku sudah menyelesaikan studi-ku di Myongji University. Kau tahu kan Myongji University sekolahnya siapa dulu? Lee Sungmin! Idola-ku di Super Junior XD Akhirnya aku debut juga setelah 2 tahun menjadi trainee. Impianku semakin dekat \(^.^)/ Hwaiting!

• Annyeonghaseyo, nan Park Rigi-imnida! Bangapseumnida. Aku Lead Vocal di Angel. Kelahiran 1991. Heera onnie adalah teman terdekatku selama menjadi trainee. Aku senang bisa bersama dengannya lagi. Dia cocok menjadi leader karena sikapnya yang tegas dan dewasa. Saat ini aku sedang menjalankan studi-ku di Kyunghee University. Sekolahnya Cho Kyuhyun dulu ^^ Beruntungnya aku bisa masuk ke sekolah yang sama dengan bias-ku dulu XD

• Annyeong, Lee Songhee-imnida. Aku adalah Lead Vocal di Angel. Aku kelahiran 1992. Aku beruntung bisa terpilih menjadi personil girlband Angel. Aku hoobae-nya Rigi onnie di Kyunghee university. Dia baik sekali, walau kadang suka jahil berlebihan -___-” Aku akan berjuang menjadikan Angel girlband terbaik di Korea, international mungkin. Hwaiting ^^

• Annyeong! Park Ririn-imnida! Aku nyaris menjadi magnae! Kekeke~ Aku kelahiran tahun 1994. Aku adalah Lead Dancer di Angel! Senangnya aku bisa terpilih menjadi personil Angel! Aku juga sudah menjadi training selama 2 tahun. Aku memang mempunyai impian menjadi personil dari suatu girlband! Aku memang sudah dekat dengan Songhee onnie karena ia merupakan sunbae-ku di Indonesia dulu. Aku sekolah di Neul Parah High School. Lee Taemin SHINee adalah sunbae-ku di sekolah. Beruntungnya aku ^^

• Annyeonghaseyo, joneun Park Yeoreum-imnida. Manasseo bangapseumnida. Aku magnae di Angel. Kelahiran tahun 1994, aku dan Ririn hanya berbeda beberapa hari ^^ Aku lolos audisi 2 tahun yang lalu. Pada awalnya aku tidak mengenal orang-orang yang terpilih menjadi personil Angel lainnya sehingga aku gugup. Tapi setelah mengenal mereka, aku merasa tenang dan nyaman. Saat ini aku satu sekolah dengan Ririn. Aku Lead Vocal juga di Angel. I’ll do my best ^^ Ya, itulah sedikit perkenalan dari para personil Angel.

So, let’s start the story XD

 

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

 

Angel’s Dorm.

“Ya! Semua, ayo kita rapat dulu.” Ucap Heera, yang lain langsung meninggalkan aktifitas mereka dan menghampiri Heera di ruang tengah.

“Wae, onnie?” Tanya Songhee.

“Kalian lupa sore ini kita debut di Music Bank? Hello~ Music Bank gitu…” Jawab Heera.

“Ingetlah onnie, yaa ampun.. Deg-degan banget nih.” Rigi cemas.

“Kita biasanya nonton Music Bank doank lho, sekarang kita yang tampil. Uuuu~ >.<” Tambah Ririn.

“Tuh kan. Makanya kita nyiapin mental deh sekali lagi sambil berdoa.” Ucap Heera bijak. Yang lain manggut-manggut.

“Oke, berdoa. Mulai…..”

 

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

 

Waiting Room 3, KBS

“Wah, onnie. Deg-degan banget..” Ucap Yeoreum sambil mengepalkan tangannya.

“Kita juga. Relax donk, relax..” Tanggap Heera.

“Onnie, baju-ku udah rapih belum?” Ririn memutarkan badannya.

“Rapih kok..” Jawab Heera sambil merapihkan rambutnya.

“Angel! Ke waiting room 1 sekarang!” Perintah manager.

“Ye..” Angel berjalan ke waiting room 1.

Klek.

Mereka membuka pintu waiting room 1. Seketika mereka terkejut.

“O-onnie. Ini ga salah kan?” Tanya Songhee tidak percaya.

“Ngg.. Harusnya sih ngga, tapi…..” Jawab Heera tertahan.

“Ihh onnie, masa sih? Ini nyata?” Tambah Yeoreum.

“Oh my God………….” Rigi menepuk pipinya perlahan.

“Tuhan……..” Ucap Ririn.

“Annyeonghaseyo, kalian girlband yang baru debut hari ini ya? Kenalkan. Uri-neun Syupeo Juni—-

OEYO~~~” Angel masih diam di posisi-nya. Heera akhirnya sadar terlebih dahulu dan menoel Dongsaeng-dongsaengnya itu. Akhirnya Angel sadar (?) dari keterkejutannya.

“Ah, ne. We are Cheonsa-imnida. Bangapseumnida..” Balas Angel dengan slogan (?) nya itu.

“Wah namanya sama kaya aku deh. Kalian dari mana? Indonesia ya?” Tanya Leeteuk.

“Ne..” Jawab Heera seadanya, karena ia masih gugup.

“Neomu yeppunda…” Puji Eunhyuk.

“Kalian tahu kami kan?” Tanya Heechul.

‘Masa gw kaga tau lo sih? HELL-oooo..’ Batin Angel.

“T-tau lah, sunbae. Malah kita ELF.” Jawab Ririn dengan polos.

“Masa sih? Kalian suka siapa?” Tanya Shindong semangat.

“A-aku…. Fans-nya. Lee Sungmin.” Jawab Heera malu-malu. *akhirnya malu-maluin wakakaka~* *plak* *digaplok Heera onnie*

“Aku fansnya Heechul sama Siwon oppa donk..” Jawab Songhee. Heechul langsung tertawa dengan bangga.

“Aku suka Kyuhyun..” Jawab Rigi sambil melirik Kyuhyun yang asik dengan PSP-nya.

“Aku suka Han oppa..” Jawab Ririn sambil tersenyum. Hangeng hanya tersenyum penuh arti.

“…………….”

“Ya! Kamu ga ikutan jawab?” Bisik Ririn pada Yeoreum yang berada di sebelahnya. Yeoreum hanya diam memandangi Super Junior secara bergantian. Sedangkan member Super Junior menunggu jawaban Yeoreum.

“Kalau kau suka siapa?” Tanya Donghae tidak sabar.

“Aku…….. Gatau..” Jawab Yeoreum pada akhirnya. Super Junior memasang wajah kecewa.

“Kok gatau sih?” Bisik Ririn, Yeoreum hanya menggeleng dengan muka datar.

“Kalian mau perform apa?” Tanya Songhee memberanikan diri.

“Sorry Sorry. Kalian tidak tahu?” Yesung menanggapi.

“Aniyo. Mianhae, kami sibuk latihan akhir-akhir ini..” Jawab Heera.

“Eh, kayanya kalian belum mengenalkan diri deh..” Celetuk Sungmin.

“Ah, mian. Lee Heera-imnida, ini Park Rigi, sebelahnya Lee Songhee, lalu Park Ririn, dan magnae Park Yeoreum.” Jawab Heera selaku leader.

“Super Junior! Tampil!” Perintah manager.

“Ye! Kami tampil duluan ya.” Pamit Leeteuk.

“Ne, hwaiting Super Junior sunbae!” Teriak Angel.

Setelah Super Junior meninggalkan waiting room 1, Angel bernafas lega.

“Haaaaaah~ ya ampun. Ga nyangka banget! Suju oi, SUJU!” Ucap Rigi ga jelas.

“Ihh ganteng-ganteng ya? Yaa ampuuuun..” Heera tersenyum lebar.

“Ya! Magnae! Tadi kok kamu ga jawab?” Tanya Songhee bingung.

“Hehe, abis bingung. Mau jawab Kyu oppa tapi ntar dia ke Ge Er an. Jadi bingung..” Jawab Yeoreum.

“Ya! Kyu is mine!” Protes Rigi.

“Ihhh onnie jahat…..” Mereka pun berdebat sampai waktunya untuk tampil. Mereka membawakan lagu “No Ordinary Love” yang menonjolkan vocal mereka dan “My Happiness Is You” yang menonjolkan vocal sekaligus bakat dance mereka.

 

Waiting Room 1, Super Junior’s side

“Hyung, cantik-cantik yah mereka….” Puji Ryeowook.

“Emmm.. Geurae.” Leeteuk manggut-manggut.

“Hyuk-a, kau suka yang mana?” Tanya Donghae.

“Nggg.. Yang mana yah? Bingung..”

“Sayang yah, oplasan juga..” Celetuk Kangin. Yang lain manggut-manggut.

“Iya yah… Tapi seengganya kan, mereka sopan.. Ga kaya itu tuh..” Tambah Shindong. Donghae hanya tersenyum lirih.

“Udah Hae, ga usah di pikirin. Mereka kan emang begitu..” Hibur Eunhyuk.

“Ne, Hyuk-a..”

“Lagi pada ngomongin apa?” Tanya Heechul yang baru balik dari WC.

“Itu…. Angel..” Jawab mereka bersamaan.

“Oooh. Keren yah. Mereka ga oplas lho kaya girlband lainnya..” Ucap Heechul sambil duduk di sebelah Hangeng.

“HEH? Ga oplas?” Tanya member bersamaan.

“Iya, mereka asli kok. Emang dari sana-nya begitu..” Jawab Heechul santai.

“Yaa ampun! Seneng! Tambah suka!” Donghae girang.

“Wah, jarang kan girlband yang ga oplas.. Syukurlah..” Tambah Leeteuk.

“Apalagi mereka kelihatannya baik-baik..” Sungmin ikutan.

“Wah, aku harus kenalan deh..” Eunhyuk semanget.

“Kita ke waiting room mereka yuuuuk..” Ajak Kangin, Donghae Eunhyuk Leeteuk Yesung setuju dan langsung ke waiting room mereka.

 

Waiting Room 3

“Good job! Respon cukup baik! Tingkatkan ya, Angel!” Ucap manager senang.

“Ne, gamsahamnida..” Jawab Angel.

“Hoobae! Daebak! Aku tidak menyangka! Bos JYP pasti seneng deh..” Tiba-tiba 2PM nongol di waiting room mereka.

“Eh sunbae. Gomawo yaa..” Tanggap Angel.

“Ririn-ah, penampilanmu tadi bagus. Kau center-nya. Hehe..” Puji Taecyeon. “Ah, sunbae bisa aja deh..” Ririn tersipu.

“Untuk hitungan newbie kalian cukup bagus.. Chukkae~!” Ucap Junho.

“Ne, jeongmall gomawo sunbae-deul..”

“Kalian sudah menentukan nama fandom dan warnanya?” Tanya Chansung.

“Untuk warna sih, kata boss JYP warna putih. Tp fandom belum nih..” Jawab Heera.

“Nggg.. Bagaimana jika Angelfriends?” Celetuk Nickhun.

“Ihh keren!!” Rigi excited.

“Waaah, ntar kita usulin ke boss deh.. Gomawo sunbae!” Ucap Heera sambil membungkuk.

“Cheonmaneyo, hoobae. Ngg, kita harus tampil sekarang. Annyeong Angel. Hwaiting~!” Pamit 2PM.

“Ne, hwaiting 2PM sunbae! Gomawo..” Ucap Angel bersamaan.

2PM pun keluar dari waiting room mereka. Tidak lama kemudian….

Tok tok tok~

“Silyehamnida..” Kangin membuka pintu.

“Ah, Super Junior sunbae. Waegeuraessoyo?” Tanya Heera.

“Ani, kami hanya…..” Ucap Eunhyuk tertahan.

“Kami minta nomor handphone kalian..” Ucap Leeteuk malu-malu.

“YE? U-untuk apa?” Angel terkejut.

“Ani, kalian kan hoobae kami.. Mungkin sewaktu-waktu kami ada waktu jadi bisa membantu kalian..” Jelas Leeteuk.

“Eh? Tp kan kita beda agensi?” Rigi bingung.

“Geurisseo? Kan kita sama-sama orang..” Jawab Yesung.

“Aaaah, geurae..” Leeteuk menghampiri Heera, Kangin meminta nomor handphone Songhee, Yesung menghampiri Rigi, Donghae dan Eunhyuk melakukan “gunting kertas batu” untuk memutuskan -_____-

“Yes! Aku menang!” Donghae girang.

“Aku magnae yah..” Donghae menghampiri Yeoreum, sedangkan Eunhyuk menghampiri Ririn.

Terjadilah tukar menukar Nomor handphone dan pin bb antara Super Junior dan Angel. Setelah mendapatkannya, Super Junior langsung pamit. Angel kegirangan karena hal itu.

 

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

 

Setelah kejadian tukar-menukar nomor handphone dan pin bb itu, Super Junior dan Angel suka berkomunikasi satu sama lain.

Kalau dibandingkan, Heera mempunyai kemajuan paling pesat di antara member Angel lainnya. Ia sekarang sudah dekat dengan biasnya, Lee Sungmin!

Beruntungnya Angel, karena selain Super Junior, BB dan GB lainnya juga merespon mereka dengan sangat baik. Tapi, tidak selamanya kan mereka melalui jalan mulus?

 

TBC.

 

Notes: tadinya prologue-nya mau di panjangin tp ntar aja deh wkwkwk

Btw, ini FF Heera onnie (Eka) ft me (Melia) hahahaha hope you’ll like it x)

KOMEN!!! *teriak pake toa mesjid*

Author: @meliaFISHY / @cha_sungmin

SAD STORY~ #ONESHOOT

Saat ini sedang musim dingin. Semuanya menjadi putih. Butiran-butiran salju pun menghujani bumi.
Banyak orang yang menghindari salju-salju ini, tapi ada sepasang manusia yang sedang bermain di taman yang sepi dan penuh oleh salju ini.

“Oppa~ kesini….”

“Ne, chagi~”

Mereka adalah Lee Sungmin dan Lee Heera. Sungmin adalah seorang personil dari boyband terkenal, Super Junior. Sedangkan Heera adalah mantan trainee di SM Entertainment dua tahun yang lalu. Mereka tidak sengaja bertemu di kantor mereka dan lama kelamaan mereka semakin dekat sampai akhirnya mereka menjalin cinta.

Hubungan mereka sudah berjalan sekitar satu tahun tiga bulan. Walaupun Sungmin sering tidak punya banyak waktu untuk berkencan, tapi komunikasi mereka tidak pernah terputus begitu saja.

Oh Baby say goodbye Oh jamsiman Goodbye annyeongiran maleun jamsi jeobeodulge
jeo muneul yeolgoseo han geoleum naemilmyeon ko ggeuteuro jeonhaejineun neoui sumgyeol

“Yoboseo?”

“Hyung, neo odieya?”

“Aku sedang di taman dengan Heera, wae?”

“Teukie hyung bilang kita ada schedule mendadak. Cepat pulang….”

“Eh? Jinjja? Arasseo..”

“Nugu?” Tanya Heera yang sedang asik membuat orang-orangan salju.

“Donghae, dia bilang.. Kami ada schedule mendadak, aku harus pergi sekarang.” Jelas Sungmin sambil mengelus rambut Heera. Heera tersenyum lirih.

“Ooh, arasseo. Pergilah, oppa..”

“Aku antar kau pulang dulu yah?” Tawar Sungmin.

“Ani, oppa.. Aku mau pergi ke apgujung dulu, ada yang mau kubeli.” Tolak Heera.

“Ah, ara.. Kau hati-hati yah, nanti ku hubungi lagi.. Annyeong~” pamit Sungmin sambil mengecup kening Heera singkat. Heera melambaikan tangannya dan tersenyum.

Sungmin sudah menghilang. Tapi Heera masih diam di tempat itu.

“Padahal baru ketemu sebentar…. Hhhh~ Sabarlah, Lee Heera.. Dia memang sibuk.” Gumam Heera pada dirinya sendiri. Ia berjalan ke halte bus sambil merapatkan jaketnya karena cuaca yang sangat dingin.

Tanpa Heera sadari, seseorang sedang mengamatinya dari jauh. Orang itu mengeluarkan handphone-nya dan menghubungi seseorang.

“Hyung, target sudah ditemukan..”

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Heera berjalan dengan kotak makanan di tangan kanannya. Ia memasuki gedung MBC dan langsung menuju ruangan dimana Super Junior bersiap-siap untuk tampil. Heera mengetuk pintu ruangan itu dan membukanya.

“Permisi….”

“Nugu—– Heera-ssi! Annyeong~” Leeteuk menghampiri Heera.

“Teukie oppa annyeong.. Oppa-deul annyeong..” Sapa Heera sambil membungkuk. Sungmin langsung menghampiri Heera.

“Chagiya~ kau tidak bilang mau kesini.. Kok kau tahu aku ada disini?” Tanya Sungmin sambil mengelus kepala Heera yang ditutupi oleh topi pink-nya.

“Hehe, surprise!” Jawab Heera semangat.

“Heera-ssi, ngg.. Apa yang kau bawa?” Tanya Eunhyuk sambil melirik kotak makanan yang daritadi di pegang Heera.

“Ah, ini kimbab.. Untuk kalian, aku khusus membuatnya..” Jawab Heera sambil menyimpan kotak makanannya dan membukanya. Otomatis semua member langsung menghampirinya dan memakannya.

“Masshita!” Puji Henry dan yang lainnya.

“Eh, Henry-ssi ada disini? Zhoumi-ssi juga ada disini?” Tanya Heera bingung.

“Ne, hari ini kan comeback-nya SJM. Sekaligus Super Junior perform..” Jelas Donghae.

“Wah, seru donk.. Rame. Tapi…….” Ucap Heera tertahan sambil memandang Heechul.

“Ya, dia tetap tidak ada. Dia tidak akan kembali…” Ucap Leeteuk sambil berusaha tersenyum. Suasana pun menjadi hening.

“Ya! Tapi lihatlah, ada member baru untuk SJM. Kim Kibum!” Shindong mencairkan suasana.

“Hyung bisa aja..” Ucap Kibum sambil tersenyum. Sisi magnae-nya terlihat sekali.

“Kibum-ssi, akhirnya kau kembali..” Ucap Heera sambil tersenyum lebar, termasuk member yang lain.

“Ne, aku berjanji aku tidak akan pernah meninggalkan kalian lagi..” Janji Kibum. Semuanya mengangguk lalu melirik Teukie yang matanya sudah berkaca-kaca.

“Hyung, kau selalu sensitive..” Ejek Kyuhyun.

“Ya! Magnae protes aja deh ah..” Bela Heechul. Yang lain tertawa.

Tok tok tok • • •

Pintu diketuk dan dibuka, semuanya mengalihkan pandangannya ke pintu itu.

“Annyeong!!” Sapanya ceria.

“Chagiyaaa!!! Bogo shiepo~~” ucap Donghae yang langsung menghampirinya dan memeluknya.

“Naddo, oppa..”

“Ya! Yeoreum-a, kenapa kau masih memakai seragam?” Tanya Yesung. Yeoreum melepaskan pelukan Donghae.

“Eh… Iyah lupa ganti. Hehehe.. Abis tadi cepet-cepet sih..” Jawabnya tanpa dosa.

“Kau punya penghapus yah?” Tanya Kyuhyun.

“Hah? Ada kok, wae?” Tanya Yeoreum bingung, yang lain juga bingung.

“Maksudku penghapus di kepalamu. Kau itu gampang sekali lupa..” Jelas Kyuhyun. Yang lain menahan tawa, sedangkan Yeoreum menghampiri Kyuhyun dan langsung memukuli Kyuhyun.

“Dasar evil kyu! Aku benci kau!”

“Hahahaha.. Ampun Yeoreum-a.. Donghae~ tolong aku..”

“Jangan ditolongin Hae, dia aja ga manggil kita pake hyung..” Eunhyuk menahan Donghae.

“Yah, jahat ih…. Itu kan karena aku ga mau di panggil dongsaeng…” Jelas Kyuhyun.

“Super Junior, waktunya tampil..” Perintah crew.

“Ah, ye.. Algeusseumnida..” Jawab member serempak.

“Uri-neun Syupeo Juni—–”

“OEYEO~~~”

“Hwaiting oppa!” Ucap Heera dan Yeoreum bersamaan.

“Eh Heera onnie, tadi ga sadar deh ada onnie.. Abis rame banget..” Sapa Yeoreum.

“Hehe, maklumlah.. Tadi kan ada 14 member. Jadi rame banget..” Jelas Heera.

“Iya, sayang banget yah.. Han gege ga ada…” Ucap Yeoreum sambil menunduk. Heera mengangguk lemas.

“Geurae….”

“Ngg, onnie.. Ke depan yuk, temenin jajan..” Yeoreum mengalihkan pembicaraan.

“Ne, kajja..”

Mereka berjalan keluar gedung. Sewaktu perjalanan, mereka berpapasan dengan SHINee yang siap-siap akan tampil.

“SHINee oppa, annyeong..” Sapa Yeoreum sambil membungkuk. Heera juga membungkuk.

“Eh, ada Yeoreum. Wah, ada Heera noona juga.. Annyeong~” Sapa Key.

“Enak yah Sungmin hyung dan Donghae hyung..” Ucap Jjong.

“Dasar kau oppa, bisa saja..” Ucap Yeoreum malu-malu.

Heera hanya diam. Ia teringat dengan Jinki aka Onew yang pernah menyatakan perasaannya dulu, sebelum Heera jadian dengan Sungmin. Tapi karena Heera sudah menyukai Sungmin sejak awal, Heera menolaknya. Suasana mereka jadi agak canggung.

“Nggg.. Kita pamit dulu yah.. Kita… Ha-harus tampil sekarang..” Pamit Onew gugup.

“Ah, ne.. Annyeong SHINee..”

SHINee berjalan menjauhi mereka, Onew sempat menatap Heera selama beberapa detik lalu tersenyum. Heera balas tersenyum.

“Onnie, kok bengong? Kajja..”

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“Onnie ga ikut masuk?”

“Ga deh, kamu aja.. Onnie tunggu sini.”

“Ah, ara.. Jamgamman..” Ucap Yeoreum sambil masuk ke mini market. Heera menunggu di luar sambil memandangi salju yang turun. Sungguh suasana yang romantis.

Seorang namja turun dari mobilnya. Ia menggunakan topi dan jaket tebal. Ia membekap sebagian wajah Heera dengan sapu tangan. Heera pun kehilangan kesadarannya. Dengan sigap, orang itu langsung menggendong Heera dan memasukkannya ke dalam mobil. Karena suasana jalanan yang sepi, sehingga tidak ada saksi mata.

Yeoreum keluar dari mini market dengan dua kaleng minuman hangat di tangannya.

“Onnie? Heera onnie?” Panggilnya. Tapi tidak ada jawaban.

“Yaah, Heera onnie udah duluan ke studio yah? Huhu..” Gumam Yeoreum. Yeoreum merinding dan langsung berlari kembali ke studio.

Yeoreum langsung masuk ke ruangan tempat mereka berkumpul tadi, tapi tidak ada siapa-siapa. Yeoreum mencoba menghubungi handphone Heera tapi handphone-nya tidak aktif. Yeoreum mulai panik.

Sekitar 30 menit kemudian, Super Junior sudah selesai dengan acaranya dan kembali ke ruangan itu.

“Oppa!! Heera onnie hilang!!” Teriak Yeoreum panik ketika pintunya dibuka oleh Eunhyuk.

“Mw-mworago?” Tanya Sungmin tidak percaya.

“Tadi.. Aku kan beli minuman.. Terus Heera onnie katanya nunggu di luar… Terus tiga menit kemudian aku keluar tapi Heera onnie udah ga ada.. A-aku pikir dia kesini duluan, tapi ternyata ga ada. Handphone-nya ga bisa dihubungin.. Huhuhu…” Jelas Yeoreum sambil menangis. Donghae langsung menghampiri dan menenangkannya.

“Mungkin dia langsung pulang, coba telpon rumahnya..” Usul Kangin, Sungmin menurutinya.

“Yoboseo, ahjumma.. Sungmin-imnida.. Apa Heera ada?”

“…………………”

“Ah begitu.. Gamsahamnida, ahjumma..”

“Eobseo..” Ucap Sungmin lemas. Member yang lain berpikir keras.

Oh Baby say goodbye Oh jamsiman Goodbye annyeongiran maleun jamsi jeobeodulge
jeo muneul yeolgoseo han geoleum naemilmyeon ko ggeuteuro jeonhaejineun neoui sumgyeol

“Yoboseo?” Jawab Sungmin tidak sabar, berharap itu adalah Heera.

“………….”

“Nuguya?”

“……………..”

“Neo……… Jeongmall… Apa mau-mu?” Tanya Sungmin dingin.

“……………………..”

“Arasseo.. Jangan sentuh dia atau aku akan membunuhmu..”

Sungmin memutuskan sambungan. Ia duduk dan mengacak rambutnya.

“Hyung, eotte?” Tanya Kyuhyun sambil menghampiri Sungmin.

“Heera di culik…” Jawab Sungmin lemas. Semuanya terkejut.

“Mwo? Kajja, kita kesana..” Ajak Kangin yang sudah emosi.

“Hyung! Aku harus kesana sendiri..” Sungmin menahan Kangin.

“Eh? Kau yakin?” Tanya Leeteuk khawatir.

“Ne, lagipula, aku mengenalnya.. Hanya ada masalah kecil.. Tenanglah..” Jawab Sungmin sambil terpaksa tersenyum.

“Yakin hyung?” Tanya Donghae, Eunhyuk, Ryeowook, Siwon, dan Kibum bersamaan.

“Ne, aku yakin.. Tenang saja..” Jawabnya sekali lagi.

“Aku berangkat dulu yah, annyeong..” Pamit Sungmin. Leeteuk menahannya lagi.

“Kalau ada apa-apa kau harus menghubungi kami, arachi?” Leeteuk terlihat sangat khawatir. Sungmin menggenggam tangan Leeteuk.

“Arasseo, hyung..”

Sungmin pun berlari menuju parkiran. Para member sangat khawatir dengannya.

“Ini semua salah….ku…. Seharusnya aku tidak mengajak…nya…. Mianhae… Huhuhuuu…” Sesal Yeoreum sambil terus menangis.

“Aniya, Yeoreum-a.. Bukan salahmu..” Ucap Donghae sambil memeluknya.

“Ne, Yeoreum-a.. Bukan salahmu kok.” Tambah member yang lain, tapi Yeoreum terus menangis.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

‘Uuuuh. Kepalaku pusing. Nggg.. Dimana ini? Kenapa tanganku di ikat? Nggg.. Ah! Tadi kan lagi nungguin Yeoreum, terus ada yang membekap mulutku.’ Batin Heera.

‘Ini dimana? Umma… Appa.. Aku takut… Kenapa gelap begini? Huhuhu…’ Lanjutnya.

“Kau sudah sadar?” Tanya seseorang berbadan tegap.

“Nuguya?????” Tanya Heera dengan nada menantang.

“Nae? Kau tidak perlu tahu, Lee Heera-ssi..” Ucap orang itu sambil menuangkan wine ke gelasnya.

“Apa mau-mu?” Tanya Heera dingin.

“Mau-ku? Dia enyah dari bumi ini!” Jawab orang itu sambil meneguk wine-nya.

“Mw-mworago??” Tanya Heera dengan nada tinggi. Orang itu hanya menatap Heera dengan senyuman sinis menghiasi wajahnya.

Tok tok tok • • •

Orang itu berjalan ke arah pintu dan mengintipnya. Ia tersenyum lebar dan menyambutnya dengan bahagia.

“Lee Sungmin, akhirnya kau datang juga…”

“Tidak usah banyak bicara, mana Heera?” Ucap Sungmin dingin.

“Whoaa~ calm down….” Ucap orang itu dengan nada menantang.

“Sini, minumlah dulu..” Orang itu menyerahkan segelas wine.

PRANG!!

Sungmin menepisnya. Orang itu akhirnya terbawa emosi dan melempar gelas wine miliknya juga ke sembarang arah. Gelas itu hampir mengenai Heera.

“KYAAA!!”

“Heera! Neo gwaechana?” Tanya Sungmin yang mendengar teriakan Heera.

“Oppa…. Nan dulyeowo…” Jawab Heera sambil terisak.

“Lepaskan Heera!!” Bentak Sungmin yang sudah tidak sabar.

“Wae? Apa kau benar-benar mencintainya?” Tanyanya meremehkan.

“Apa mau-mu?” Tanya Sungmin dengan tangan terkepal menahan emosi yang sudah siap meledak.

“Mau-ku?? Kau enyah dari bumi ini…” Jawab orang itu dengan ringan.

BUGH!!

“Aissh..” Orang itu memegang pipinya yang di pukul Sungmin. Sungmin sudah bersiap akan berlari ke arah Heera, tapi Orang itu dengan sigap berdiri dan mendorongnya.

“JANGAN MACAM-MACAM!!” Ancam Orang itu sambil menghampiri Heera dan menodongkan pistol ke kepala Heera.

Sungmin yang melihat itu langsung mengangkat tangannya.

“Ja-jangan lakukan apapun!” Tahan Sungmin.

Orang itu menyeringai. Ia menurunkan pistolnya. Ia menarik Heera dengan paksa sehingga Heera dalam keadaan berdiri sekarang.

“YA!” Teriak Sungmin.

Menyadari Orang itu agak mabuk, Heera menendang kakinya sehingga orang itu melepaskan Heera. Heera langsung berlari ke arah Sungmin, Sungmin melepaskan ikatan di tangan Heera dan bersiap untuk lari, tapi tiba-tiba muncul anak buah orang itu yang berbadan besar-besar sebanyak 5 orang. Sungmin dan Heera otomatis mundur lagi.

“SHIT!” Teriak Sungmin kesal.

Anak buahnya langsung menyerang Sungmin, sedangkan Heera di tarik oleh orang itu.

BUGH!! BRAGK!! DUG!!

Anak buahnya terus memukuli dan menendangi Sungmin yang sudah terjatuh di lantai.

“ANDWAE!!!!!” Heera mulai menangis dan ia mencoba berontak, tapi percuma karena tenaga orang itu jauh lebih besar.

BUGH!!!!

“GEUMANHAE!!” Pinta Heera. Orang itu memerintahkan anak buahnya untuk berhenti. Keadaan Sungmin sudah sangat TIDAK baik.

“Bagaimana rasanya?” Tanya orang itu sambil tersenyum licik.

“Hanya begini?” Jawab Sungmin meremehkan sambil mencoba berdiri. Wajahnya babak belur. Darah mengucur dari kepala, hidung, dan tubuhnya.

“MWO?” Emosi orang itu naik lagi. Ia mengambil kursi dan melemparnya ke arah Sungmin. Kursi itu mengenai perut Sungmin sehingga ia terjatuh lagi.

BRAGK!!!

“GEUMANHAE!!!!!” Pinta Heera lagi sambil menangis. Heera mendorong orang itu sampai ia terjatuh, kemudian ia langsung berlari dan menghampiri Sungmin.

“Oppa, neo gwaenchana? Huhuhu.. Mianhae.”

“Nan gwaenchana, hanya segini..” Jawab Sungmin sok kuat.

“Oppa, kajja, kita keluar..” Heera memapah Sungmin.

Mereka berdua berjalan perlahan keluar. Orang itu agak susah untuk bangun karena pengaruh wine yang tadi ia minum. Sungmin — dan Heera yang sudah sampai diluar — berbalik dan menyadari sesuatu.

“HEERA!! AWAS!!!!” Sungmin mendorong Heera ke pinggir sampai ia terjatuh.

DOR!!!

Sungmin pun terjatuh beberapa detik kemudian.

“OPPA!!!!!!” Teriak Heera histeris. Ia dapat melihat salju yang tadinya putih berubah menjadi merah. Sungmin masih berusaha tersenyum kepada Heera.

“Sa….rang…..h-hae…lee hee…ra…”

“SUNGMIN!! HEERA!!” Panggil Leeteuk yang baru datang bersama polisi dan ambulance. Ia berlari ke arah Sungmin dan Heera yang tidak sadarkan diri.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Musim gugur akan segera berakhir dan akan di gantikan oleh musim dingin yang meninggalkan banyak luka dan kenangan pahit. Heera berjalan di tepi sungai Han sambil merapatkan jaketnya karena angin yang begitu menusuk.

Tangannya merogoh saku jaketnya. Ia mengambil sebuah CD dengan kotak bewarna pink. Heera memegang jantungnya, sakit.

Ia berbalik dan berjalan menuju mobilnya yang terparkir di pinggir jalan.

Dao le ming tian ni jiu li kai wo shen bian
Dao le ming tian du zi xiang liu xin xu yuan
Xiang yi chang dian ying de wan jie pian
Wo men de jie ju ying yan lei shui de yu yan
Sui le yi di de nuo yan ping cou bu hui de zuo tian
Ke wo reng qi dai qi ji hui chu xian, oh no
Er ni shen ying yue lai yue yuan

Handphone-nya terus berbunyi tapi Heera tidak menghiraukannya. Semenjak kejadian (hampir) setahun yang lalu, ia selalu menutup diri dari orang lain. Termasuk keluarganya. Ia selalu menyalahkan diri sendiri atas kematian Sungmin.

Heera memarkir mobilnya di garasi. Ia turun dan langsung menuju kamarnya yang terletak di lantai dua. Ia memasukan CD itu dan memutarnya. Jantungnya berdegup keras. Ia masih ingat saat Leeteuk memberikan CD itu padanya.

#Flashback, sehabis pemakaman Sungmin

“Heera..”

“……”

“Aku ada titipan dari Sungmin. Sebenarnya…. Ini ada di handphone-nya, tapi agar lebih mudah, aku memasukannya ke CD ini… Aku harap kau mau menontonnya..” Jelas Leeteuk sambil menyerahkan CD dengan kotak pink. Heera mengambilnya tanpa memperhatikannya. Lalu ia berjalan meninggalkan Leeteuk yang memandangnya dengan lirih.

#End of flashback

Sudah hampir setahun Heera belum menonton CD itu. Saat ini, ia hanya tinggal menekan tombol PLAY di remote yang ia pegang saat ini.

Setelah menguatkan hati, ia menekan tombol PLAY itu. Wajah Sungmin langsung menghiasi TV-nya. Heera menahan nafas.

“Chagiya… Annyeong… Hehehe.. Kau pasti bingung kenapa aku sempat merekam ini..” Kata-kata pertama Sungmin langsung membuat Heera menjatuhkan air matanya.

“Chagi, uljima… Mianhae. Aku harus meninggalkanmu.” Ucap Sungmin yang seakan bisa membaca pikiran Heera.

“Aku… Sudah merasa ada yang tidak beres ketika ia menelfonku. Makanya, aku membuat ini untuk jaga-jaga… Karena aku tidak akan sempat membuat surat kan.. Hehehe..” Canda Sungmin sambil memaksakan senyumannya.

“Dia… Itu adalah.. Hwang Chansung. Anak dari musuh appa-ku dulu, sebelum perusahaan appa-ku sukses. Ia sangat iri dengan kesuksesan perusahaan appa..” Jelasnya. Heera mengusap air matanya.

“Jangan menyesali hal yang sudah terjadi, chagiya… Hal yang sudah berlalu tidak akan bisa terulang kembali. Semua yang bisa kau lakukan adalah melihat ke depan….” Sungmin berbicara sambil menangis, tapi ia segera menghapus air matanya.

“Gomawo, kau sudah memberiku waktu yang paling indah dalam hidupku.. Aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpa dirimu. Tapi aku yakin, kau bisa hidup tanpaku..” Lanjut Sungmin masih sambil menangis.

“Babo, bagaimana kau bisa seyakin itu?” Tanya Heera sambil menatap Sungmin dengan lekat.

“Aku yakin kau bisa, karena….” Sungmin mengusap air matanya dan tersenyum, “karena kau adalah Lee Heera yang ku cintai..”

Heera tidak bisa menahan tangisnya lagi. Ia menangis sambil mencengkram dada-nya. Ia terisak.

“Kumohon.. Hiduplah dengan baik.. Aku sudah berkorban untukmu, kau harus membalasnya kan? Jaebal…… Kau harus melakukannya, chagiya…..”

“Dan satu hal lagi… Aku sangat ingin menyanyikan satu lagu untukmu…” Sungmin bersiap untuk menyanyi.

“Guderul saranghandanun mal.. Pyongseng meil hejugo shipho.. Would you marry me? Nol saranghago akkimyo.. Sarahago shipho.. Gudega jami dul ttemada.. Ne pare jewojugo shipho.. Would you marry me? Iron naui maum horaghejulle…… Pyongseng gyothe issulge I do… Nol saranghanun gol I do… Nungwa bigawado akkyojumyonso I do…. Norul jikhyojulge my love…. Yeojonbutho norul wihe junbihan.. Ne sone bidnanun banjirul badajwo.. Onulgwa gathun mamuro, jigume yagsog gioghalge.. Would you marry me? Pyongseng gyothe issulge I do… Neol saranghanun gol I do.. Nungwa bigawado akkyojumyonso I do.. Norul jikhyojulge My Love…..” Sungmin menyeka air matanya dan tersenyum lebar.

“Nawa gyorhonhejulle? I do….. Saranghae, Lee Heera.. Yeongwonhi saranghae.. Jeongmall saranghae…”

The End ♥

Notes: author babo here, yo yo yo~
Gimana nih cerita? Agak aneh yah.. Dan… Benar-benar tragis! *dibunuh Mings*
wahahaa akhirnya ga to the je banget!! wkwkwkw
Tapi ini murni request-an dari onn Eka.. Moga dia suka yah.. Hahaha.. Mianhae kalo jelek.. Maklum pemula *deep bow*

Comment please! NO bashing! Gomawo ^^

Author: melia lasmana / @meliaFISHY